Alam Sutera DOCTORS

dr. Moch Nagieb, Sp.OT(K), FICS

Doctor

Alam Sutera dr. Moch Nagieb

Dokter Spesialis Bedah Tulang, Konsultan Panggul & Lutut OMNI Hospital Alam Sutera

Dr. Moch Nagieb, MD, Sp.OT(K) menuntaskan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Resident in departement Orthopaedic and Traumatology of University Indonesia Jakarta. Kemudian, pria yang akrab disapa dokter Nagieb ini juga telah mengikuti berbagai fellowship sesuai dengan bidang yang ditekuninya yakni Orthopaedic. diantaranya fellowship Arthroscopy Vietnam, Fellowship Arthroplasty Thailand Hip and Knee, dan Fellowship Konsultan Hip and Knee programme IHKS (Indonesian Hip and Knee Society).

Dalam bidang profesi sebagai dokter spesialis orthopaedic sekaligus konsultan hip and knee, dr Nagieb banyak mengikuti pelatihan diantaranya Symposium of Problems and treatment in Indonesia, AO Spine Seminar, Continuing Orthopaedic Education, Orthopaedic Updates: Osteoarthritis of the Knee dan lainnya. Selain itu, beliau juga anggota aktif Indonesia Medical Doctor (IDI), Indonesian Orthopaedic Association (PABOI), Indonesian Hip and Knee Society (IHKS), ASEAN Arthroplasty Ascociation (AAA), Asia Pacific Arthroplasty Society (APAS), dan International Society of Arthroscopy Knee Surgery and Orthopaedic Sport medicine (ISAKOS).

Dokter berkacamata ini juga mempunyai sejarah pengabdian saat bertugas sebagai dokter umum di PKM Kambat Utara, Kab Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, pada tahun 2002-2004. Selanjutnya pernah sebagai medical rescue ketika earthquake Yogyakarta tahun 2007, orthopaedic staff di Koja Goverment Hospital dan Sari Asih Hospital, serta lecture orthopaedic Trisakti University. Ia juga melakukan penelitian tentang bagaimana menghilangkan rasa nyeri pasca operasi ganti lutut di Indonesia dengan besar sampel penelitian 160 pasien dan merebut juara 1 pada acara IHKS Congress 2015.

Lulusan Pendidikan Kedokteran Dalam Negeri dan Fellowship  Luar Negeri, diantaranya :

  • Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya (1994-2000)
  • Program Dokter Spesialis Departemen Ortopedik dan Traumatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (2005-2009)
  • Fellowship Panggul dan Lutut Program IHKS (2013-2014)
  • Fellowship Arthroplasty Panggul - Lutut di Thailand (2014)
  • Fellowship Arthoplasty di Vietnam (2014)
  • Workshop : THR, TKR, Radiofrekuensi di Tendenitis, Osteosinthesis, untuk fraktur Osteoporosis
  • Simposium Internasional Pembedahan Tangan
  • Kongres Nasional Ortopedik dan Traumatologi Indonesia
  • Pelatihan Tingkat Advanced Osteoarthritis dan Trauma dalam Menejemen Bedah untuk Kasus Fraktur
  • Simposium Permasalahan dan Penanganan Ortopedik pada Lansia

Work Experiences

  • Medical doctor of Public Health, PKM Kambat Utara, Kab Hulu Sungai Utara, South Kalimantan, 2002-2004
  • Medical Rescue, Earthquake Yogyakarta, Indonesia, 2007
  • Orthopaedic Staff, Koja Goverment Hospital, Jakarta, 2010-2015
  • Orthopaedic Staff, Sari Asih Hospital, 2010-now
  • Lecture Orthopaedic, Trisakti University, Jakarta, 2010-now
  • Orthopaedic Staff, OMNI Hospital Alam Sutera, Tangerang, 2015-now.

Organization Experiences

  • Indonesian Medical Doctor (IDI), 2002
  • Indonesian Orthopaedic Association (PABOI), 2010
  • Indonesia Hip and Knee Society (IHKS), 2011
  • ASEAN Arthroplasty Ascociation (AAA), 2014
  • Asia Pacific Arthroplasty Society (APAS), 2015
  • International Society of Artroscopy Knee Surgery and Orthopaedic Sport medicine (ISAKOS), 2015.

Paper and Presentation

  • "Ewing sarcoma of the left big toe with trans-articular skip lesion on left diaphysis tibia" presented at Continuing Orthopaedic Education 53th & Grand Round Orthopaedic Oncology 2008
  • "Factory that influences mortality rate less than 1 years in hip fracture patien after partial hip replacement surgery at Fatmawati Hospital" presented Contiuning Orthopaedic Education 56th Medan 2009
  • "Genu Recurvatum in Total Knee Arthroplasty" presented at COE Surabaya 2014
  • "Efficacy of Multimodal Cocktail Periarticular Injection in Total Knee Arthroplasty : A Prospective Randomized Double-Blind Controlled Trial" Presented and "1st winner Rukni Chehab Award" at 4th IHKS Congress Surabaya 2015.

 

  • Get to Know Osteoarthritis

    1. Memahami  Radang Sendi (Osteoarthritis)

    Osteoarthritis merupakan suatu penyakit di mana lapisan tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan sendi berfungsi melapisi ujung tulang yang membentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas

    Read More

    1. Memahami  Radang Sendi (Osteoarthritis)

    Osteoarthritis merupakan suatu penyakit di mana lapisan tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan sendi berfungsi melapisi ujung tulang yang membentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa menimbulkan rasa sakit. Tulang rawan sendi akan aus dan menipis karena ujung tulang pembentuk sendi saling bergesekan setiap kali sendi bergerak. Ketika tulang rawan sendi rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan akan saling bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga gerakan sendi menjadi terbatas (kaku) dan menimbulkan rasa nyeri.

    Pengapuran sendi dapat mengenai sebagian besar sendi pada tubuh manusia. Sendi-sendi yang dapat terserang pengapuran sendi adalah tulang leher dan punggung, sendi bahu, siku, pergelangan tangan dan jari-jari tangan, serta sendi pinggul, lutut, pergelangan kaki dan jari-jari kaki. Namun demikian, sendi yang paling sering terserang adalah lutut dan pinggul karena kedua sendi tersebut paling banyak menerima beban dari aktivitas harian manusia.

    Selain sebagai bagian dari proses penuaan, radang sendi dipandang sebagai akibat dari beberapa faktor resiko diantaranya wanita berusia lebih dari 45 tahun, kelebihan berat badan, aktivitas fisik yang berlebihan, menderita penyakit Rheumatoid Arthritis (peradangan kapsul sendi) dan Gout Arthritis (penumpukan asam urat di dalam sendi), menderita kelemahan otot paha, serta pernah mengalami patah tulang disekitar sendi.

    Pada sadium awal, gejala osteoatritis berupa kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur di pagi hari atau setelah duduk dalam waktu yang lama. Sendi lutut juga terasa sakit jika digunakan beraktivitas, seperti berjalan, naik turun tangga, atau sering berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

    Pada stadium yang lebih berat, rasa sakit tidak hanya dirasakan ketika beraktivitas, tetapi juga pada saat beristirahat. Sendi juga bertambah kaku sehingga penderita pengapuran sendi lutut biasanya tidak mampu berjongkok lagi. Tidur penderita juga seringkali terganggu akibat rasa sakit pada persendian yang mengalami osteoatritis. Pada stadium yang berat, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi lutut semakin kaku dan lutut menjadi bengkok seperti huruf O atau huruf X.

    2. Mengobati Radang Sendi

    Pengobatan untuk pengapuran sendi berbeda-beda tergantung stadiumnya. Tujuan pengobatan pengapuran sendi adalah menghilangkan nyeri, memperbaiki ruang gerak sendi yang kaku, meningkatkan kualitas hidup penderita, dan mencegah pengapuran sendi derajat ringan (stadium 1 dan 2) berlanjut semakin berat menjadi stadium 3 dan 4. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengobatan dapat dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut:

    1. Terapi Non-Obat

    1. Menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan.
    2. Latihan untuk memperbaiki kekuatan otot dan kebugaran tubuh. Latihan yang dianjurkan pada penderita pengapuran sendi, khususnya sendi lutut dan   pinggul, adalah berenang, latihan otot paha, dan latihan otot pinggul.
    3. Memakai Alat Penyangga Lutut. Alat penyangga lutut (knee brace atau knee decker) bermanfaat menyangga, menambah kestabilan dan mengurangi beban pada sendi lutut, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri.

    2. Terapi Obat

    Ada tiga jenis obat yang bermanfaat untuk pengapuran sendi yaitu obat anti radang dan anti nyeri, suplemen untuk menumbuhkan tulang rawan, serta obat pelumas sendi.

    3. Terapi Bedah

    Tidak semua kasus pengapuran sendi dapat diobati hanya dengan obat-obatan saja. Bentuk pengobatan non-operasi tersebut di atas biasanya hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi derajat ringan (stadium 1 dan 2) dan tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk derajat yang berat. Untuk pengapuran sendi derajat berat (yaitu, stadium 3 dan 4), pilihan pengobatan terbaik saat ini adalah operasi penggantian sendi.


    Narasumber : dr. M. Nagieb, Sp.OT(K)

    Dokter Spesialis Bedah Tulang, Konsultan Panggul & Lutut

    OMNI Hospitals Alam Sutera

  • Kenali Gejala Penyakit Kanker Tulang

    Hampir seluruh bagian tubuh manusia dapat diserang oleh penyakit kanker termasuk tulang. Ada dua jenis kanker tulang, yaitu sekunder dan primer. Kanker tulang primer disebabkan oleh sel-sel kanker yang berasal

    Read More

    Hampir seluruh bagian tubuh manusia dapat diserang oleh penyakit kanker termasuk tulang. Ada dua jenis kanker tulang, yaitu sekunder dan primer. Kanker tulang primer disebabkan oleh sel-sel kanker yang berasal dari tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang disebabkan oleh sel-sel kanker dari organ lain dan menyebar ke tulang, hingga menjadi kanker tulang. Penyebaran sel kanker dari satu ke organ lain ini disebut dengan metastis. Kanker yang berpotensi menyebar menjadi kanker tulang antara lain kanker payudara, paru-paru, dan prostat. Diantara kedua jenis kanker tulang ini, kanker tulang primer jarang terjadi dibanding kanker tulang sekunder.

    Penyebab kanker tulang hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun gejala yang menyerang pada penderita, antara lain nyeri pada tulang, adanya benjolan pada tulang dan jaringan disekitarnya, demam, menggigil, keringat di malam hari, serta penurunan berat badan. Namun hal yang paling menonjol pada penderita adalah merasa mudah lelah, tidak mampu melakukan aktivitas, susah untuk berjalan, serta meraih atau menggenggam sesuatu.

    Penderita kanker tulang memiliki kepekaan yang berkurang. Akibatnya saraf pusat akan mengendur, sehingga saraf tersebut tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan otak untuk merespon. Selain itu dapat terjadi inkontinensia yang disebabkan adanya tekanan pada saraf tertentu terutama pada tulang belakang yang bertugas sebagai pengontrol kenerja kandung kemih dan usus. Jika kanker tulang tidak segara ditangani akan mengakibatkan kelumpuhan, karena massa tulang tidak mampu menopang berat tubuh, akibat pertumbuhan sel kanker yang semakin cepat dan menciderai saraf pusat.

    Munculnya sel kanker awalnya disebabkan adanya radikal bebas dan zat karsinogen dalam tubuh. Pencegahan yang dilakukan dapat diterapkan dengan pola hidup  sehat, mulai dari makanan yang kita konsumsi, gaya hidup, dan olahraga. Hindari minuman beralkohol dan rokok. Hindari pula makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi dan bersifat karsinogenik. Untuk mencegah kanker perbanyak asupan makanan dan minuman yang mengandung antioksidan dan zat mineral lainnya yang sangat penting bagi tubuh. Sedangkan untuk mendeteksi gejala kanker tulang lakukan pemeriksaan secara teratur, terutama yang memiliki faktor resiko tinggi terkena kanker.

     

    Temukan Para Dokter Ahli Tulang OMNI Hospital Alam Sutera

  • OSTEOARTHRITIS Adalah

    Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku. Pembengkakan juga dapat terjadi pada sendi-sendi tersebut. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini

    Read More

    Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku. Pembengkakan juga dapat terjadi pada sendi-sendi tersebut. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang pungggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang

     

    Penyakit osteoarthritis biasanya menyerang usia lanjut khususnya bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun. Akan tetapi dengan rutinitas ataupun trauma tertentu tidak
    menutup kemungkinan usia muda juga ada yang mengalami nyeri sendi meskin dalam sekala rendah.

    Gejala-Gejala Osteoarthritis
    Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala penyakin ini bisa berbeda-beda pada tiap
    penderita serta lokasi sendi yang diserang.

    Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi. Selain itu, ada gejala-gejala lain yang mungkin menyertai diantaranya :
    •  kelenturan sendi yang menurun
    •  sendi yang mudah nyeri
    •  lemas otot dan massa otot yang berkurang

    Gejala-gejala tersebut bisa datang dan pergi atau terjadi secara terus-menerus.Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang Anda jalani serta cuaca. Periksakanlah diri Anda ke dokter jika gejala-gejala osteoarthritis yang Anda alami tidak kunjung reda selama beberapa minggu. Pemeriksaan  ini  memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebabnya jika belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis.

  • Pengobatan Nyeri Sendi dengan Operasi Penggantian Sendi

    Ketika rasa nyeri pada telah mencapai derajat yang parah yaitu grade 4, pilihan pengobatan terbaik pada kondisi tersebut adalah operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi adalah suatu jenis operasi yang

    Read More

    Ketika rasa nyeri pada telah mencapai derajat yang parah yaitu grade 4, pilihan pengobatan terbaik pada kondisi tersebut adalah operasi penggantian sendi. Operasi penggantian sendi adalah suatu jenis operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah mengalami kerusakan dengan sendi buatan yang disebut prothesa.

    Dewasa ini sudah cukup banyak sendi di tubuh manusia yang dapat diganti dengan sendi buatan. Sendi-sendi yang dapat diganti adalah sendi bahu, siku, jari-jari tangan, pinggul, lutut dan pergelangan kaki. Namun demikian, sendi yang paling banyak diganti karena mengalami kerusakan adalah sendi lutut dan panggul. Sampai sekarang telah dilakukan jutaan operasi penggantian sendi lutut dan pinggul di seluruh dunia.

    Operasi penggantian sendi lutut dan panggul bertujuan untuk menghilangkan nyeri sendi yang rusak, memperbaiki lingkup gerak sendi yang rusak, serta mengembalikan kemampuan penderita melakukan aktivitas harian tanpa rasa sakit.

    Dengan demikian, operasi penggantian sendi merupakan satu-satunya bentuk pengobatan terbaik untuk sendi lutut atau panggul yang telah mengalami kerusakan khususnya osteoartritis derajat berat (grade 4). Setelah menjalani operasi penggantian sendi, penderita diijinkan untuk berjalan cepat, naik turun tangga, berenang, naik sepeda dan bahkan bermain golf. Penderita tidak dijinkan berlari dan melompat, karena akan memperpendek masa ketahanan sendi buatan.

    Operasi penggantian sendi lutut dan panggul biasanya hanya berlangsung selama 1 jam. Sama seperti jenis operasi yang lain, di jaman modern ini operasi penggantian sendi merupakan operasi yang tidak menyakitkan dan menakutkan. Operasi penggantian sendi lutut dan panggul juga merupakan operasi yang aman bagi usia tua. Dengan teknologi dan ilmu kedokteran yang modern, operasi penggantian sendi lutut dan panggul juga aman bagi penderita yang mengidap kencing manis atau diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.


    Narasumber :

    dr. M. Nagieb,Sp.OT(K)

    Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Panggul dan Lutut

    OMNI Hospital Alam Sutera

Jadwal Praktek Dokter

Senin - Sabtu      :    09.00 - 14.00 WIB