Pulomas DOCTORS

dr. Johan R. Wibowo, Sp.U

Doctor

Pulomas dr. Johan R. Wibowo

Dokter Spesialis Bedah Saluran Kemih

Pria kelahiran Jakarta 9 Desember 1967 silam, bernama lengkap Johannes R. Wibowo. Dokter spesialis bedah urologi (urology Surgeon) Omni Hospital Alam Sutera dan OMNI Hospital Pulomas ini mengenyam pendidikan kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, lulus pada 14 Juni 1993. Kemudian, Johan melanjuti pendidikan dokter spesialis urologi di FK Universitas Indonesia. 

Dalam kegiatan organisasi dr.Johan, aktif tergabung sebagai anggota di IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia). Selain itu, pernah mengikuti kegiatan pelatihan international patient safety goal, pelatihan hand hygiene dan pelatihan basic cardiac life support. Saat ini, dr. Johan bekerja di OMNI Hospital Alam Sutera dan OMNI Hospital Pulomas sebagai dokter spesialis urologi.

 | Disfungsi Ereksi || dr. Johan Wibowo, Sp.U | Apr 15, 2015 3:34 PM

  • Pelatihan International Patient Safety Goal
  • Pelatihan Hand Hygiene
  • Pelatihan Basic Cardiac Life Support
  • TUNA Course at Sapporo Japan
  • URS, PCUL, ESWL Course, Frankfurt, Germany
  • Kursus URS do RS. DR. Soetomo, Surabaya
  • Kursus PCNL di RS. DR. Soetomo, Surabaya

Spesialities 

  • S2 Dokter Spesialis Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada 5 Februari 2005
  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada 14 Juni 1993

Work Experiences 

  • Dokter Spesialis Urologi OMNI Hospital Pulomas
  • Dokter Spesialis Urologi OMNI Hospital Alam Sutera

Organization Experience 

  • Anggota IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)

 

  • Impotensi, Masalah Kesehatan bagi Pria Usia Lanjut

    Impotensi atau Disfungsi Ereksi adalah permasalahan umum yang dialami oleh kaum adam, terutama yang telah berusia 40 tahun ke atas. Pria yang mengalami kondisi ini akan mengalami kesulitan dalam memulai

    Read More

    Impotensi atau Disfungsi Ereksi adalah permasalahan umum yang dialami oleh kaum adam, terutama yang telah berusia 40 tahun ke atas. Pria yang mengalami kondisi ini akan mengalami kesulitan dalam memulai dan mempertahankan ereksi, serta bisa merasakan penurunan gairah seksual. Impotensi bisa disebabkan oleh faktor psikologis dan kondisi fisik. Kondisi psikologis yang dimaksud meliputi masalah dalam berhubungan, depresi, dan kecemasan. Sedangkan kondisi fisik dapat meliputi penyempitan pembuluh darah menuju penis, cidera, dan ketidakseimbangan hormon. Sehingga menimbulkan masalah psikis yang memengaruhi gairah seksual.

    Selain faktor psikologis dan kondisi fisik, impotensi juga bisa diakibatkan dari kelainan pembuluh darah, gangguan syaraf, efek samping penggunaan obat-obatan semisal obat antidepresan dan antipsikotik, serta kelainan pada penis. Adapun penyebab yang bersifat fisik lebih banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering dialami oleh pria dengan usia lebih muda. Faktor usia juga memengaruhi tingkat impotensi meningkat yang dialami oleh pria, seperti semakin bertambahnya umur seorang pria maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut dengan presentasi sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun.

    Terkadang impotensi atau disfungsi ereksi disalahartikan sebagai ejakulasi dini, padahal kedua kondisi ini berbeda. Ejakulasi dini merupakan kondisi kondisi yang dialami pria, yaitu ketika proses berhubungan seksual sejak dari ereksi, orgasme, hingga ejakulasi berjalan dengan sangat cepat. Sedangkan impotensi merupakan kondisi ketika pria yang mengalaminya kesulitan memulai dan mempertahankan ereksi.

    Meskipun ejakulasi dini merupakan masalah yang cukup lazim dialami para pria. Alangkah baiknya temui dokter jika impotensi telah mengalami impotensi selama beberapa minggu. Dikhawatirkan bila impotensi tersebut merupakan gejala dari masalah kesehatan lainnya yang lebih serius, misalnya seperti diabetes atau penyakit jantung. Apabila gejala impotensi bersifat tidak konsisten atau dengan kata lain kadang timbul dan kadang baik-baik saja, kemungkinan besar penyebabnya bersifat psikologis.

    Dokter Referensi : Dr. Johan R. Wibowo, Sp.U

     

     

     

    Dr. Johan R. Wibowo

    Dr. Johan R. Wibowo

    Sp.U | Doctor

    READ MORE

  • ISK Bisa Menyerang Siapa Saja

    Sebagian besar orang, khususnya wanita dewasa, pernah mengidap penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Sayang banyak yang tidak menyadari gejalanya. Padahal, bila tidak segera ditangani bisa menimbulkan efek yang lebih parah.

    ISK

    Read More

    Sebagian besar orang, khususnya wanita dewasa, pernah mengidap penyakit infeksi saluran kemih (ISK). Sayang banyak yang tidak menyadari gejalanya. Padahal, bila tidak segera ditangani bisa menimbulkan efek yang lebih parah.

    ISK adalah suatu infeksi yang terjadi pada saluran kemih dan biasanya disebabkan oleh bakteri. Utamanya bakteri E Coli. Gejala ISK yang sering terjadi adalah nyeri saat berkencing, selalu merasa ingin kencing meskipun tidak ada air seni yang keluar (anyang-anyangan), nyeri di perut bagian bawah, dan yang terparah air seni keluar bercampur darah.

    Demikian dijelaskan dr Johan R Wibowo, SpU, Dokter Spesialis Urologi OMNI Hospital Alam Sutera. Menurut Johan, akibat terparah dari ISK sendiri adalah masuknya bakteri-bakteri yang ada di saluran kemih ke ginjal. Jika hal itu terjadi, fungsi tubuh bisa jadi terganggu karena bakteri telah masuk kedalam ginjal.”

    Penyebab ISK secara umum banyak diketahui karena kurangnya minum air putih atau sering menahan kencing. Padahal, kata Johan, penyebab utama ISK adalah kurang higienitasnya alat vital. Contohnya, pada wanita, letak vagina dan saluran kencing berdekatan. Jadi besar kemungkinan bakteri yang ada di vagina bisa masuk ke saluran kencing, hal ini pula yang menyebabkan ISK lebih banyak terjadi pada wanita. Perbandingannya wanita dan pria yang mengidap ISK adalah 3:1.

    “Saluran kencing wanita lebih pendek dibandikan pria. Maka itu, wanita cenderung lebih muda terkena ISK,” tegas Johan. Ditambahkan, penyakit ini juga kerap diderita wanita yang baru menikah. Aktivitas seks yang terlalu sering dapat menyebabkan vagina lebih lembab. Kondisi itu bisa menimbulkan kuman yang lebih banyak daripada orang yang tidak melakukan hubungan seks.

    Meski kebanyakan menyerang wanita dewasa, semua orang bisa saja terkena ISK. Bahkan, Johan mengatakan , anak kecil sampai orang yang sudah berumur pun bisa menderita penyakit ini. “ini kan disebabkan infeksi bakteri. Jadi siapapun bisa terkena, termasuk wanita hamil,” tegasnya.

    Ketika seorang wanita hamil mengidap ISK, proses penyembuhan relatif membutuhkan waktu lebih lama dibanding mereka yang tidak sedang mengandung. Pasalnya, pemberian antibiotik sebagai obat utama melawan bakteri hampir tidak diperbolehkan pada wanita hamil. Pengobatan jadi terbatas pada pilihan obat-obatan yang tidak akan mengganggu perkembangan janin.

    “Intinya, kalau ingin terbebas dari ISK, jagalah kebersihan alat vital. Upayakan menggunakan pakaian dalam yang tidak lembab. Jangan biarkan kuman atau bakteri tumbuh dan masuk ke saluran kemih,” saran Johan. (Sumber: Majalah Info Serpong)

     

     

     

    Dr. Johan R. Wibowo

    Dr. Johan R. Wibowo

    Sp.U | Doctor

    READ MORE

  • Mengenali Gejala Batu Ginjal

    Batu ginjal merupakan suatu kondisi terbentuknya material keras yang menyerupai batu dalam ginjal seseorang. Material keras itu terbentuk dari berbagai zat-zat limbah dalam darah yang dipisahkan oleh ginjal dan kemudian

    Read More

    Batu ginjal merupakan suatu kondisi terbentuknya material keras yang menyerupai batu dalam ginjal seseorang. Material keras itu terbentuk dari berbagai zat-zat limbah dalam darah yang dipisahkan oleh ginjal dan kemudian mengalami pengendapan dan pengkristalisasian. Endapan atau kristal batu dalam ginjal dapat disebabkan oleh makanan dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan faktor-faktor tersebut batu ginjal dibagi menjadi empat jenis yaitu:

    • Batu kalsium terbentuk karena tingginya kadar kalsium dalam urin. Tingginya kadar kalsium dalam urin dapat disebabkan oleh makanan yang mengandung oksalat atau vitamin D seperti kacang kedelai, hati sapi, cokelat, teh, kopi dan tiram.
    • Batu asam urat terbentuk karena tingginya asam urat dalam urin yang disebabkan oleh makanan yang berakar purin tinggi seperti kerang, daging kambing dan jeroan.
    • Batu struvit terbentuk karena infeksi saluran kemih yang tidak diobati. Jenis batu ini lebih sering ditemukan pada pasien wanita dibanding laki-laki.
    • Batu sistin terbentuk karena terlalu banyaknya asam amino sistin yang dikeluarkan oleh ginjal.

     

    Ginjal sebagai organ vital harus dipelihara agar tetap sehat. Berikut adalah beberapa tips untuk memelihara kesehatan ginjal agar tetap berfungsi baik:

    • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup
    • Konsumsi jenis makanan yang sehat yaitu mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna
    • Lakukan olahraga secara teratur dengan jadwal latihan khusus yang tepat untuk kondisi fisik kita
    • Berhenti merokok, minum alkohol dan konsumsi obat-obatan yang terlarang
    • Jangan terlalu berlebihan konsumsi obat penghilang rasa nyeri. Konsumsi obat penghilang rasa nyeri (NSAID) yang terus menerus dalam jangka lama bisa merusak ginjal (nephrotoksik)
    • Jika menderita hipertensi atau kencing manis, maka harus dipantau fungsi ginjalnya secara berkala.

    Pada umumnya gejala batu ginjal ini belum dirasakan oleh kebanyakan orang jika ukuran batu tersebut masih sangat kecil. Apabila ukuran batu sudah membesar maka si penderita akan merasakan beberapa gejala sebagai berikut:

    • Rasa nyeri pada perut dan punggunng bagian bawah, pinggang serta selangkangan
    • Meningkatnya frekuensi buang ari kecil
    • Rasa sakit pada saat buang air kecil
    • Warna urin tampak keruh seperti warna kecoklatan ataupun kemerahan yang disebabkan oleh pendarahan. Pendarahan ini dapat terjadi jika ukuran batu ginjal terus membesar yang pada akhirnya akan menimbulkan gesekan antara batu ginjal dengan dinding ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih)
    • Bau urin berbeda dari biasanya
    • Penderita menjadi susah beristirahat dengan tenang
    • Mengalami mual dan muntah
    • Jika batu ginjal tersangkut dalam ureter dapat menyebabakan infeksi pada ginjal sehingga penderita akan merasa menggigil, demam, diare dan tubuh terasa lemas.

     

    Proses diagnosis batu ginjal dapat dilakukan dengan cara:

    • Tes urin
    • Tes darah
    • Pemeriksaan melalui citra gambar seperti intravenous urogram, CT Scan dan X-ray untuk mengetahui posisi dari batu ginjal.

    Proses pengobatan dari batu ginjal ini terbagi menjadi dua yaitu:

    - Jika batu ginjal berukuran kecil maka dapat diobati melalui saluran kemih tanpa melalui proses operasi

    - Jika batu ginjal berukuran besar maka harus diobati melalui jalur operasi yaitu sebagai berikut:

    • Ureterorenoskopi yaitu proses pengangkatan batu ginjal dengan menggunakan sebuah alat yang disebut dengan uretroskop (alat yang menyerupai selang kecil yang dilengkapi dengan kamera) yang dimasukkan ke ureter melalui uretra dan kandung kemih
    • Bedah terbuka. Bedah ini dilakukan dengan membuat sayatan pada permukaan kulit dekat dengan ginjal dan ureter yang berfungsi sebagai aksese bagi dokter dalam mengangkat batu ginjal
    • Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) yaitu prosedur penghancuran batu ginjal dengan menggunakan gelombang kejut/ energy (shock wave) tanpa melalui jalur operasi sehingga batu ginjal tersebut menjadi serpihan dan mudah dikeluarkan
    • Percutaneous nephrolithotomy (PCNL) prosedur penghancuran batu ginjal yang dilakukan dengan membuat sayatan pada permukaan ginjal sehingga nephoroscope dapat masuk dan memecahkan serpihan batu ginjal.

  • Pembesaran Prostat, Problem Alami Lelaki

    Seiring bertambahnya usia, setiap laki-laki dipastikan menghadapi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi. Problem yang umum dialami para lelaki ini adalah pembesaran prostat yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran kencing. Namun para

    Read More

    Seiring bertambahnya usia, setiap laki-laki dipastikan menghadapi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi. Problem yang umum dialami para lelaki ini adalah pembesaran prostat yang dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran kencing. Namun para pria tak perlu khawatir, dengan metode yang tepat, kondisi ini dapat ditangani tanpa memberikan efek samping yang memengaruhi kejantanan. Demikian disampaikan dr Johan R Wibowo SpU dalam seminar "Ginjal dan Prostat Sehat untuk Kehidupan yang Lebih Baik" di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

    Kepala Pusat Urologi RS Omni tersebut mengatakan, penyempitan saluran pembuangan akibat pembesaran prostat jinak ini merupakan proses alamiah yang selalu dialami laki-laki seiring semakin bertambahnya umur. Penyempitan ataupun penyumbatan itu umum sering kali melanda pria paruh baya maupun lanjut usia. Prostat merupakan sebuah kelenjar sebesar biji kemiri yang berlokasi di daerah panggul tepat di bawah lubang kandung kemih. Kelenjar yang hanya terdapat pada pria ini mengelilingi uretra, yakni  saluran tempat mengalirnya urine dari kandung kemih sampai ujung penis. Kelenjar ini memegang peranan penting dalam proses reproduksi yaitu penghasil sebagian besar cairan yang akan bercampur dengan sperma sehingga terbentuk semen.

    "Prostat dipengaruhi oleh hormon testosteron dan saluran adrenal mulai dari akil balig atau pria yang mulai mimpi basah. Naiknya persentase penyempitan saluran kencing ini hanya sekitar 1 persen pada usia 30 tahun dan naik drastis menjadi 50 persen pada 60 tahun," kata Johan. Ia menambahkan, pembesaran prostat ini akan menutup 90 persen saluran urine pada pria berusia 80 tahun dan dapat tertutup total saat umur 90 tahun akibat prostat yang mendesak saluran kencing. Pria yang beruntung tidak akan mengalami penyempitan saluran buang, misalnya jika pembesaran prostat tidak mengarah ke saluran urine. "Prosesnya alamiah seperti rambut uban dan proses ini tidak dapat dicegah dengan cara apa pun," tambahnya.

    Gejala penyempitan saluran ini, kata Johan, antara lain melemahnya pancaran kencing dan umumnya lama. Selain itu, penderita juga sering merasa harus terburu-buru saat buang air kecil (BAK), pancaran urine terputus-putus, sering BAK, mengompol, hingga BAK lebih dari dua kali pada malam hari. Selain pemeriksaan urine, pengecekan gejala ini juga perlu dilakukan dengan pemeriksaan darah khususnya untuk prostate specific antigen (PSA). PSA ini berguna untuk memeriksa apakah pasien memiliki kanker prostat atau tidak. Dokter umumnya juga akan memeriksa pancaran urine pasien dengan alat uroflowmetry dan USG untuk melihat seberapa besar ukuran prostat.

    "Mengatasinya bisa dengan berbagai cara, mulai dengan obat-obatan, operasi terbuka,transurethral resection of the prostate (TUR-P), atau laser. Namun semuanya ada efek samping, antara lain impoten, produksi air mani tidak lancar, hingga gangguan seksual," papar Johan.

    Terapi Tuna

    Semakin berat cara penanganan medis untuk masalah gangguan prostat, risiko yang ditimbulkannya juga besar. Johan menuturkan, cara alternatif pasien muda dan seksual aktif digunakan terapi transurethral needle ablation (TUNA). Ini merupakan terapi yang menggunakan gelombang panas untuk memanaskan dan mengempiskan prostat. Cara ini dianggap lebih aman bagi penderita penyakit jantung, paru, maupun stroke. Proses tindakan medisnya pun hanya 30 menit sehingga tidak perlu rawat inap.

    Meski demikian, tetap ada kekurangan, antara lain prosesnya harus berulang-ulang dan perlu waktu delapan minggu untuk sembuh dalam sekali terapi. Harganya juga lebih mahal karena alatnya sekali pakai dan berulang kali. "Cara ini cocok untuk pasien muda yang aktivitas seksualnya masih tinggi karena cara ini 50-60 persen lebih tidak berisiko dibanding TUR-P yang bisa mengakibatkan impoten," kata Johan kepada Kompas.com seusai acara.

    Metode penanganan medis Tuna ini tidak dapat dilakukan untuk penderita kanker prostat. Tidak dapat pula dilakukan untuk penderita yang telah mengalami penyumbatan total pada saluran kencingnya.

     

  • Video : Cara Mengatasi Impotensi

    Live Talkshow Program Dunia Sehat DAAItv bersama Dr. Johan R. Wibowo, Sp.U (Spesialis Bedah Urologi OMNI Hospitals)

    Tema :  Cara Mengatasi Impotensi

    Link    :  https://www.youtube.com/watch?v=NM3DI9hhRGk

  • Video : Disfungsi Ereksi

    Live Talkshow Program Dunia Sehat DAAItv bersama Dr. Johan R. Wibowo, Sp.U (Spesialis Urologi OMNI Hospital)

    Tema  :  Disfungsi Ereksi

    Link    :   https://www.youtube.com/watch?v=0dZ3-jv5wmY

     

     

     

    Dr. Johan R. Wibowo

Jadwal Praktek Dokter

Senin – Jumat  :   09.00 - 11.00 WIB & 17.00 - 20.00 WIB 

Sabtu                :   10.00 - 14.00 WIB