Alam Sutera DOCTORS

dr. Daniel T Suryadisastra, Sp.S, RPSGT

Doctor

Alam Sutera dr. Daniel T Suryadisastra

Dokter Spesialis Saraf / Neurologist, Registered Polysomnographic Technologist

 

Specialities

  • Pass RPSGT Certification examination from Board of Registered Polysomnographic Technologist, 2020
  • S2 Dokter Spesialis Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, Makassar, 2003 - 2007
  • S1 Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, 1993 - 1998

Qualifications

  • Advanced in emergency skill
  • Neurophysiology (Intra Iperative Monitoring, Electromyography, ELectro Encephalography)
  • Sleep Study
  • Pain Management

Experiences

  • Management on Emergency Patient in Bandung, 20-27 Januari 2003
  • Advanced Trauma Life Support Course in Makassar, 4-6 Juli 2003
  • Emergency Physician Course in Makassar, Juli 2003
  • Workshop Vertigo Teaching Day in Makassar, 20 November 2003
  • Seminar Pendidikan Profesional Berkelanjutan in Makassar.
  • Join IDI - Singapore Medicine Medical Symposium.
  • Partnerships in health care : Advances in Modern Medicine.
  • Workshop Hypnitherapy.
  • Workshop TCD and Carotid Duplex Sonography in Makassar, 21-24 November 2007
  • Workshop Managing Stroke Unit anda Stroke Center in Makassar, 21-24 November 2007
  • Workshop Reading and Interpretation of CT and MRI of Various Neyrological cases in Makssar, 21-24 November 2007
  • Workshop Neurosonology in JW Marriot, Medan, 23 Juli 2009
  • Workshop Advanced Neurological Life Supprot (ANLS), Medan, 22 Juli 2009
  • Indonesian Neurological Association the 7th National Biennial Meeting, 24-26 Juli 2009
  • The 4tg National Symposium on Vascular Medicine, Ritz Carlton, 6-8 Agustus 2009
  • 8th PAPVI Symposium & Workshop Atherosclerosis Update: from Immuniztion to Stem Cell Therapy, 29-30 November 2008
  • Workshop Neurogeriatri Gangguan Fungsi Luhur dan Penyakit Parkinson, 4 April 2009
  • Workshop of Management Home Care for Stroke Patient, Indonesia Japan Medical Study Club, 21 November 2009
  • Update In The New Management of Dementia & Vascular Cognitive Impairment, 7 Juni 2009
  • The 4th Scientific Indonesian Society of Hypertension (InaSH) Meeting, 12-14 Februari 2010
  • Workshop of Stroke "CUrrent Management of Stroke Through Clinical Cases", 21 Maret 2009
  • Workshop Anti Thrombotic in Stroke Management, 17 OKtober 2009
  • Lipid and Atherosclerosis Workshio 2009
  • Workshop Neurofisologi: EMG Periferal to Central, 16th Juli 2010
  • Hand-on Models Workshop Intra Operative Neurophysiology Monitoring for Spine Surgery 1st WFNS - ICASS WFNS Spine Committee Conference, 14th International Conference Spine Management, 17-19 Juni 2010
  • Workshop on Movement Disorder "Current Management of Stroke Through Clinical Cases", 21 Maret 2009
  • Workship Anti Thrombotic in Stroke Management, 17 Oktober 2009
  • Lipid and Atherosclerosis Workshop 2009
  • Workshop Neurofisologi: EMG Periferal to Centera, 16 Juli 2010
  • Hand-On Models Workshop Intra Operatibe Neurphysiology Monitoring for Spine Surgery 1st WFNS - ICASS WFNS Spine Committee COnference, 14th International COnference Spine Management, 17-19 Juni 2010
  • Workshop on Movement DIsorder "Current Management of Movement Disorder to Improve Quality of Life", 24-25 April 2010
  • Workshop EEG Lanjutan, 30 Mei 2010
  • 19th Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association ASMIHA, 16-18 April 2010
  • Workshop Clinical Experience in Parkinson Disease, 24 Juli 2010
  • 10th PAPVI Symposium, 26-27 Juni 2010
  • Pelatihan Pemeriksaan Neurobehavior Pada Fit & Proper Test PERDOSSI, Juli 2010
  • Workshop Neurophysiology in National Neuroscience Institute Tan Tock Seng Hospital Singapore
  • World Federation for Ultrasound in Medicine and Biology (WFUMB) Ultrasound Musculoskeletal Tingkat Madya, Januari 2013
  • Hands-on Intervention Pain Management Workshop , 27 April - 3 Mey 2013, Daradia Pain Clinic dr. Gautam Das, MD, FIPP
  • Intraoperatibe Monitoring Application Workshop, The 5th Asian-Iceanian Cingress of Clinical Neurophysiology (AOCCN) under the ausoices of The International Federation of Clinical Neuophysiology (IFCN), 2013
  • The Interventional Procedure for Pain Management Workshop Focus on Ultrasonography Guidance. Annual Scientific Meeting Indonesian Pain Society 2013, Yogyakarta, September 2013
  • Workshop Interventional Pain Management USG Guidance Injection Lower Limb COurse. Update in Clinical Neurology and Neuroscience, November 2013
  • Cadaveric Workshop of Interventional Pain Management Level 2 by Max Wirjo, MD
  • Internship Hands on Interventional Pain, Singaraja, 11 Februari 2013
  • 4th EMG-EEG Autonomic Workshop at The National Neuroscience Institute on March 2013. Prof. T. Umapathi
  • Pelatihan International Patient Safety Goal
  • Pelatihan Hand Hygiene
  • Pelatihan Basic Cardiac Life Support
  • Sertifikat kualifikasi tambahan dalam bidang manajemen intervensi nyeri dengan panduan C-Arm tingkat dasar
  • APSC 2019 Asia Pacific Stroke Conference 2019, SMX Convention Center, Manila, Philippines

Organization Experiences

  • Anggota Yayasan Budha Tzu Chi cabang Makassar sebagai tim kesehatan sejak tahun 2005
  • Active member in PERDOSSI Tangerang since 2008
  • Member of World Federation Neurology (WFN) since 2008
  • Menjadi Narasumber acara talkshow kesehatan dibidang penyakit saraf di beberapa radio di Jakarta dan Tangerang
  • Memberikan penyuluhan tentang penyakit neurologi di beberapa perkumpulan dan perusahaan
  • Menjadi pembicara pada beberapa Round Table Discussion (RTD)
  • Ketua Pokdi Movement DIsorder Perdossi Tangerang sejak tahun 2010
  • Speaker Neurologi Dalam Praktek Sehari-hari, Perdossi Banten, Maret 2013.
  • Kenali Nyeri Kepala Sebagai Alarm Tanda Bahaya

    Jangan sepelekan nyeri kepala jika Anda sering mengalami hal ini. Perlu Anda ketahui kalau sekalarang ini, keluhan nyeri kepala yang paling sering menyebabkan penderita datang ke dokter spesialis saraf atau

    Read More

    Jangan sepelekan nyeri kepala jika Anda sering mengalami hal ini. Perlu Anda ketahui kalau sekalarang ini, keluhan nyeri kepala yang paling sering menyebabkan penderita datang ke dokter spesialis saraf atau dokter umum.

    Klasifikasi Nyeri Kepala.
        Umumnya nyeri kepala dibagi menjadi nyeri kepala primer dan sekunder. Biasanya banyak dari kita mengalami nyeri kepala primer dengan gejala ringan seperti migrain yang mana disebabkan karena kontraksi otot dan nyeri kepala kluster (nyeri pada satu sisi). Sedangkan nyeri kepala sekunder, biasanya berhubungan dengan kondisi patologis yang mendasarinya, termasuk semua nyeri kepala yang disebabkan infeksi, tumor, gangguan pembuluh darah, penggunaan obat, atau yang asalnya idiopatik (tidak diketahui penyebabnya). Biasanya nyeri kepala sekunder lah yang merupakan penyakit serius bahkan sampai bisa merenggut nyawa penderitanya.

    Apa sih penyebab nyeri kepala?
        Pada hakekatnya nyeri kepala merupakan keluhan dengan berbagai macam penyebab baik yang berasal dari intrakranial maupun ekstrakranial. Dan biasanya hampir semua jenis penyakit bisa berawal dari nyeri kepala, mulai dari influenza sampai kanker. Maka dari itu, gangguan ini tidak boleh dianggap remeh. Nyeri kepala menjadi sinyal dari tubuh terhadap suatu kejadian yang tidak baik. Dan sinyal tersebut perlu direspon dengan baik dan benar.

    Bagi penderita nyeri kepala, Anda harus waspada pada:
    • Kualitas nyeri
    • Sifat nyeri (berdenyut, berat, dll)
    • Bentuk serangan (terus/periodik)
    • Lokasi nyeri
    • Durasi nyeri (Lamanya nyeri)
    • Saat timbulnya nyeri (awitan)
    • Keadaan yang memperberat dan mengurangi nyeri

    Biasanya dokter spesialis saraf dapat menentukan penyebab nyeri kepala dari riwayat kesehatan si penderita (tekanan darah, merokok, berat badan, atau riwayat penyakit sebelumnya, juga dari hasil pemeriksaan fisik serta pemeriksaan neurologis. Jika gejala nyeri kepala sudah dirasa tidak biasa, pemeriksaan tambahan seperti CT Scan atau MRI kepala, kadang diperlukan.

    Apa sih Tanda/Alarm Nyeri Kepala yang Serius?
    Sudah dijelaskan tadi di atas kalau sifat nyeri kepala sekunder lebih membahayakan. Berikut tanda/alarm nyeri kepala yang perlu Anda waspadai :
    - Nyeri kepala yang berbeda/baru
    - "Thunderclap" headache (intensitas tinggi dalam hitungan detik sampai menit)
    - Merasakan nyeri kepala paling berat yang pernah dirasakan
    - Tanda dan gejala neurologis fokal seperti kelemahan motorik,kehilangan memory, perubahan perilaku
    - Perubahan pola nyeri kepala yang dirasakan
    - Nyeri kepala yang timbul setelah usia 50 tahun
    - Nyeri kepala yang berkaitan dengan gejala sistematik (demam, penurunan berat badan)
    - Dipicu oleh mengangkat barang atau batuk
    - Mengganggu tidur atau muncul segera sesudah terbangun dari tidur
    - Muntah-muntah bersamaan nyeri kepala

    WASPADALAH jika memang Anda seringkali mengalami nyeri di kepala. Tanyakan pada dokter spesialis saraf jika Anda sudah merasakan sakit yang dirasa sudah tidak biasa. Jangan sampai Anda menyesal karena penanganan yang dilakukan sudah terlambat. (Ditulis oleh: dr. Daniel T. Suryadisastra, Sp.S)

  • Penyakit Jantung dan Stroke Mempunyai Hubungan?

    Hubungan-Penyakit-Jantung-Stroke-dr-Daniel-OMNI-Alam-Sutera-01

    Seringkali penderita penyakit jantung mengalami serangan stroke setelah dilakukan penanganan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa kaitan penyakit jantung dan stroke?

    ADA DUA jenis stroke: pertama, stroke

    Read More

    Hubungan-Penyakit-Jantung-Stroke-dr-Daniel-OMNI-Alam-Sutera-01

    Seringkali penderita penyakit jantung mengalami serangan stroke setelah dilakukan penanganan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa kaitan penyakit jantung dan stroke?

    ADA DUA jenis stroke: pertama, stroke pendarahan karena pembuluh darah pecah akibat hipertensi. Kedua, stroke sumbatan. Yang mekanismenya yaitu terjadi penyumbatan dari penebalan dinding pembuluh darah atau plak yang pindah dari jantung ke pembuluh darah di otak (disebut emboli).

    Tidak semua orang yang sakit jantung pasti akan mengalami stroke, tapi terkadang orang yang sakit jantung kemungkinan besar terkena stroke. Penyakit jantung yang sering menyebabkan stroke biasanya dipicu gangguan irama jantung (aritmia), demikian penuturan Dr. Daniel T. Suryadisastra, SpS - Dokter Spesialis Saraf dari OMNI Hospitals Alam Sutera.

    “Penyakit jantung yang rentan memicu stroke adalah gangguan irama jantung di mana terjadi gangguan akibat katup (jantung) tidak menutup secara tepat sehingga menimbulkan sumbatan. Namun pada orang lanjut usia dengan adanya penyakit jantung kecenderungan menjadi stroke lebih tinggi,” jelasnya.

    Hal lain yang perlu diwaspadai adalah stroke pasca pemasangan ring atau serangan jantung. Kemungkinannya lebih tinggi karena biasanya terjadi emboli kecil-kecil yang lepas ke otak.

    Untuk mengenali gejala stroke, Anda bisa mengacu pada istilah FAST (Face, Arms, Speech dan Time).

    Periksa apakah wajah simetris atau tidak, apakah lengan tiba-tiba lemas dan lumpuh, atau bicaranya pelo. Jika menunjukkan gejala tersebut, secepat mungkin bawa ke rumah sakit.

    Tak perlu langsung panik ketika ada anggota keluarga atau teman yang mengalami serangan stroke. Sebab, ada golden period atau waktu emas penanganan stroke yaitu dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadi serangan.

    Jika kondisi tidak memungkinkan untuk diantar langsung ke rumah sakit, sambil menunggu ambulans datang, segera baringkan pasien dengan posisi kepala lebih tinggi (sekitar 30 derajat). Gunanya agar aliran darah lancar, napasnya teratur, dan pasien lebih tenang.

    Dr. Daniel sangat tidak menyarankan untuk menusuk jari penderita stroke memakai jarum dengan tujuan untuk mengencerkan darah. “Jangan pula memberikan obat pengencer darah tanpa pengawasan dokter,” jelasnya.

    Agar penyakit jantung tidak lantas berakhir menjadi stroke, pasien harus selalu diedukasi mengenai faktor risikonya. Pertama, harus disiplin mengonsumsi obat-obatan yang diberikan untuk penyakit jantungnya. Kedua, harus menjaga gaya hidup agar tidak memicu hipertensi, obesitas, diabetes, kolesterol, merokok, dan stres. Usahakan agar lebih peka pada gejala awal seperti kesemutan (walaupun kesemutan tidak selalu berarti gejala stroke), penglihatan terganggu, sakit kepala hebat, tangan atau mulut terasa kebas.

    Golden periode atau waktu emas penanganan stroke yaitu dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadi serangan.

    PASIEN STROKE TERMUDA

    Pasien stroke dengan usia termuda yang pernah ditangani dr. Daniel T. Suryadisastra, SpS, adalah anak usia 3 tahun. Kasus seperti ini memang jarang terjadi, di mana pasien cilik ini memiliki kelainan pembuluh darah sehingga menyebabkan penyumbatan otak dan kelumpuhan. Namun karena masih di usia kanakkanak, sel-sel otak pasien ini masih mengalami regenerasi bahkan selsel yang baru masih akan tumbuh dan berkembang. Kelumpuhan berhasil diatasi, dan melalui fisioterapi kini si pasien sudah bisa berjalan dan sekolah lagi

    Pulomas dr. Daniel T Suryadisastra

    Artikel ditulis oleh dr. Daniel T. Suryadisastra, Sp.S, Dokter Spesialis Saraf di OMNI Hospital Alam Sutera.

    Pendidikan & Pelatihan dr. Daniel T. Suryadisastra, Sp.S :

    • S2 Dokter Spesialis Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, Makassar, 2003 - 2007
    • S1 Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, 1993 - 1998

    Jadwal praktek :

    • Senin, Rabu & Jumat    : Pk. 09.00 - 13.00 WIB & Pk. 18.00 - 20.00 WIB
    • Selasa & Kamis             : Pk. 09.00 - 13.00 WIB & Pk. 20.00 - 21.00 WIB
    • Sabtu                             : Pk. 09.00-13.00 WIB

Jadwal Praktek Dokter

Pagi

Senin - Sabtu   : Pk 09.00 - 13.00 WIB

 

Malam

Senin, Rabu, Jumat : 18.00 - 20.00 WIB

Selasa & Kamis       : 20.00 - 21.00 WIB