• Home
  • Articles
  • Penyakit Jantung dan Stroke Mempunyai Hubungan?
Penyakit Jantung dan Stroke Mempunyai Hubungan?

Penyakit Jantung dan Stroke Mempunyai Hubungan?

Hubungan-Penyakit-Jantung-Stroke-dr-Daniel-OMNI-Alam-Sutera-01

Seringkali penderita penyakit jantung mengalami serangan stroke setelah dilakukan penanganan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apa kaitan penyakit jantung dan stroke?

ADA DUA jenis stroke: pertama, stroke pendarahan karena pembuluh darah pecah akibat hipertensi. Kedua, stroke sumbatan. Yang mekanismenya yaitu terjadi penyumbatan dari penebalan dinding pembuluh darah atau plak yang pindah dari jantung ke pembuluh darah di otak (disebut emboli).

Tidak semua orang yang sakit jantung pasti akan mengalami stroke, tapi terkadang orang yang sakit jantung kemungkinan besar terkena stroke. Penyakit jantung yang sering menyebabkan stroke biasanya dipicu gangguan irama jantung (aritmia), demikian penuturan Dr. Daniel T. Suryadisastra, SpS - Dokter Spesialis Saraf dari OMNI Hospitals Alam Sutera.

“Penyakit jantung yang rentan memicu stroke adalah gangguan irama jantung di mana terjadi gangguan akibat katup (jantung) tidak menutup secara tepat sehingga menimbulkan sumbatan. Namun pada orang lanjut usia dengan adanya penyakit jantung kecenderungan menjadi stroke lebih tinggi,” jelasnya.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah stroke pasca pemasangan ring atau serangan jantung. Kemungkinannya lebih tinggi karena biasanya terjadi emboli kecil-kecil yang lepas ke otak.

Untuk mengenali gejala stroke, Anda bisa mengacu pada istilah FAST (Face, Arms, Speech dan Time).

Periksa apakah wajah simetris atau tidak, apakah lengan tiba-tiba lemas dan lumpuh, atau bicaranya pelo. Jika menunjukkan gejala tersebut, secepat mungkin bawa ke rumah sakit.

Tak perlu langsung panik ketika ada anggota keluarga atau teman yang mengalami serangan stroke. Sebab, ada golden period atau waktu emas penanganan stroke yaitu dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadi serangan.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk diantar langsung ke rumah sakit, sambil menunggu ambulans datang, segera baringkan pasien dengan posisi kepala lebih tinggi (sekitar 30 derajat). Gunanya agar aliran darah lancar, napasnya teratur, dan pasien lebih tenang.

Dr. Daniel sangat tidak menyarankan untuk menusuk jari penderita stroke memakai jarum dengan tujuan untuk mengencerkan darah. “Jangan pula memberikan obat pengencer darah tanpa pengawasan dokter,” jelasnya.

Agar penyakit jantung tidak lantas berakhir menjadi stroke, pasien harus selalu diedukasi mengenai faktor risikonya. Pertama, harus disiplin mengonsumsi obat-obatan yang diberikan untuk penyakit jantungnya. Kedua, harus menjaga gaya hidup agar tidak memicu hipertensi, obesitas, diabetes, kolesterol, merokok, dan stres. Usahakan agar lebih peka pada gejala awal seperti kesemutan (walaupun kesemutan tidak selalu berarti gejala stroke), penglihatan terganggu, sakit kepala hebat, tangan atau mulut terasa kebas.

Golden periode atau waktu emas penanganan stroke yaitu dalam waktu 3-4 jam pertama setelah terjadi serangan.

PASIEN STROKE TERMUDA

Pasien stroke dengan usia termuda yang pernah ditangani dr. Daniel T. Suryadisastra, SpS, adalah anak usia 3 tahun. Kasus seperti ini memang jarang terjadi, di mana pasien cilik ini memiliki kelainan pembuluh darah sehingga menyebabkan penyumbatan otak dan kelumpuhan. Namun karena masih di usia kanakkanak, sel-sel otak pasien ini masih mengalami regenerasi bahkan selsel yang baru masih akan tumbuh dan berkembang. Kelumpuhan berhasil diatasi, dan melalui fisioterapi kini si pasien sudah bisa berjalan dan sekolah lagi

Pulomas dr. Daniel T Suryadisastra

Artikel ditulis oleh dr. Daniel T. Suryadisastra, Sp.S, Dokter Spesialis Saraf di OMNI Hospital Alam Sutera.

Pendidikan & Pelatihan dr. Daniel T. Suryadisastra, Sp.S :

  • S2 Dokter Spesialis Saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin, Makassar, 2003 - 2007
  • S1 Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta, 1993 - 1998

Jadwal praktek :

  • Senin, Rabu & Jumat    : Pk. 09.00 - 13.00 WIB & Pk. 18.00 - 20.00 WIB
  • Selasa & Kamis             : Pk. 09.00 - 13.00 WIB & Pk. 20.00 - 21.00 WIB
  • Sabtu                             : Pk. 09.00-13.00 WIB