Pulomas DOCTORS

dr. Bobby N. Nelwan, Sp.OT

Doctor

Pulomas dr. Bobby N. Nelwan

Dokter Spesialis Orthopaedi

Pria bernama lengkap Bobby Natanel Nelwan, lahir di Jakarta pada 19 Juli 1965 silam. Menyelesaikan kuliah kedoteran di Universitas Kristen Indonesia, Spesialis Orthopedinya di Universitas Indonesia dan menyelesaikan program fellowship Orthopedic Sports Medicine di Changi General Hospital, Singapore. Dokter Bobby aktif berorganisasi sebagai anggota dan pengurus International society of Arthroscopy, Knee Surgery & Orthopedic Soprts Medicine.  Selain itu, dokter Bobby juga sebagai pendiri Indonesian Orthopedic Society for Sports Medicine and Arthroscopy.

 

 

  • ATLS (Advance Trauma Life Support)
  • ACLS (Advance cardiology Life Support)
  • Basic Surgical Skill
  • Cadaveric Knee Arthroscopy
  • Cadaveric Shoulder Arthroscopy

Specialities

  • S3 Spesialis Orthopaedic Sport Medicine, Changi General Hospital
  • S2 Spesialis Ilmu Bedah Orthopaedi, Universitas Indonesia, Jakarta
  • S1 Dokter Umum, Fakultas Kedokteran Christian University of Indonesia, Jakarta

Work Experiences

  • Departement of Surgery, General hospital of Christian University of Indonesia, Jakarta. (1991 - 1993)
  • Departement of Surgery, Dili General Hospital, East Timor. (1993 - 1996)
  • Orthopaedic Division of Departement of Surgery, Prof. Dr. Kandou Hospital, Manado. (2002 - 2005)
  • Division of Orthopaedic, Gatot Subroti Central, Jakarta. (2005 - sekarang)
  • Orthopaedic Center Omni Medical Center, Pulomas, Jakarta. (2005 - sekarang)

Organization Experience

  • Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi Indonesia
  • Anggota dan pengurus International society of Arthroscopy, Knee Surgery & Orthopedic Soprts Medicine
  • Pendiri Indonesian Orthopedic Society for Sports Medicine and Arthroscopy.
  • Arthroscopy (Teropong sendi) Pada Cedera Lutut akibat Olahraga

    dr. Bobby N. Nelwan, SpOT

    Tiada hari tanpa olah raga merupakan slogan yang dicanangkan pemerintahan untuk mendorong masyarakat Indonesia giat berolah raga. Kesadaran berolah raga makin tumbuh bahkan tidak sedikit atlet

    Read More

    dr. Bobby N. Nelwan, SpOT

    Tiada hari tanpa olah raga merupakan slogan yang dicanangkan pemerintahan untuk mendorong masyarakat Indonesia giat berolah raga. Kesadaran berolah raga makin tumbuh bahkan tidak sedikit atlet - atlet profesional bermunculan dari kalangan masyarakat yang pada mulanya hanya sekedar olah raga biasa saja. 
    Olahraga berguna untuk berbagai hal seperti :

    • Rekreasi
    • Prestasi
    • Amatir
    • Profesional
    • Bisnis
    • Pekerjaan

    Dengan segala tujuan olah raga tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun demikian kegiatan ini tidak lahluput dari cedera yang mengecam, cedera olah raga atau SportInjury

    Tindakan yang dilakukan bila mengalami cedera lutut saat Olahraga, Pada saat kejadian segera melakukan tindakan RICE,yaitu:

    - REST,istirahat selama 48 jam. Tidak dianjurkan untuk bermain lagi (olahraga).
    - ICE,diberikan kompres dingin.
    - COMPRESSION,diberikan balut tekan.
    - ELEVATION,bagian yang terkena diletakan lebih tinggi untuk mengurangi pembengkakan.

    Kemudian harus dicari apakah ada bagian lutut yang rusak dengan cara memeriksakan diri ke dokter. Bila ditemukan adanya kerusakan dari organ -organ dalam lutut maka didiskusikan untuk diperbaiki. Pemeriksaan Radiologi seperti MRI sangat memdeteksi cederapada lutut.

    Arthroscopy Mengatasi masalah cedera lutut saat Olah raga
    Setelah diketahui dengan pasti kelainan yang terjadi maka tindakan selanjutnya adalah memperbaiki kerusakan organ lutut tsb. Modalitas yang terbaik saat ini adalah Arthroscop yatau Teropong sendi.

    Arthroscopy hanya membutuhkan luka yang kecil sekitar 5mm, pada 2-3 tempat, yang dibuat disekitar lutut.cara kerja nya adalah suatu kamera seratoptik akan dimasukan ke dalam lutut dan dipaparkan di monitor sehingga dokterakan melihatnya dan menilainya melalui monitor tsb. Kelainan putusnya ligament atau robeknya meniscus akan terpantau di monitor dan kemudian dilakukan tindakan perbaikan seperti rekonstruksi ACL/PCLatau penjahitan meniscus.

    Keunggulan menggunakan Arthroscopy adalah:
    1. Lukayang kecil sehingga jaringan yang rusak pun sedikit (minimallyinvasive)
    2. Perdarahan minimal
    3. Mobilisasi cepat
    4. Perawatan cepat
    5. Kemungkinan kembali berfungsi seperti semula sangat besar
    6. Memperkecil komplikasi pasca operasi

    Dengan demikian maka tindakan Arthroscopy sangat memungkinkan dilakukan kepada penderita yang menginginkan kembali beraktifitas olahraga bahkan meraih kembali prestasi yang dahulu.  

  • Arthroscopy Mengatasi Cedera Lutut Saat Olahraga

    Tiada hari tanpa olah raga merupakan slogan yang dicanangkan pemerintahan untuk mendorong masyarakat Indonesia giat berolah raga. Kesadaran berolah raga makin tumbuh bahkan tidak sedikit atlet - atlet profesional bermunculan

    Read More

    Tiada hari tanpa olah raga merupakan slogan yang dicanangkan pemerintahan untuk mendorong masyarakat Indonesia giat berolah raga. Kesadaran berolah raga makin tumbuh bahkan tidak sedikit atlet - atlet profesional bermunculan dari kalangan masyarakat yang pada mulanya hanya sekedar berolah raga biasa saja.

    Dengan tujuan olah raga untuk meningkatkan kebugaran serta kesehatan tubuh, sayangnya tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan ini tidaklah luput dari ancaman cedera atau sport injury. Salah satu cedera yang paling umum terjadi adalah cedera lutut. Cedera ini hendaknya ditangani sedini mungkin agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

    Ketika anda mengalami cedera lutut saat olahraga, anda disarankan untuk  segera melakukan tindakan RICE, yaitu :

    • REST, istirahat selama 48 jam tanpa melakukan olahraga.
    • ICE, pemberian kompres dingin pada daerah yang mengalami cedera.
    • COMPRESSION, daerah cedera kemudian dibalut dan ditekan.
    • ELEVATION, bagian yang mengalami cedera diletakkan pada permukaan yang lebih tinggi untuk mengurangi terjadinya pembengkakan.

    Setelah serangkaian tindakan RICE, sebaiknya anda segera memeriksakan diri anda ke dokter spesialis ortopedik. Pemeriksaan radiologi dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada bagian dalam daerah  yang mengalami cedera. Bila ditemukan adanya kerusakan dari organ -organ dalam lutut, diskusikan dengan dokter spesialis ortopedik anda untuk ditangani.

    Setelah diketahui dengan pasti kerusakan yang terjadi maka tindakan selanjutnya adalah memperbaiki kerusakan organ lutut tersebut. Metode penanganan yang kini sangat banyak dianjurkan adalah arthroscopy  atau teropong sendi.

    Arthroscopy hanya membutuhkan luka yang sangat kecil sekitar 5 mm pada 2 atau 3 tempat yang dibuat disekitar lutut. Cara kerja arthroscopy adalah memasukkan suatu kamera serat optik ke dalam lutut dan untuk kemudian ditampilkan di layar monitor. Melalui layar monitor inilah, dokter spesialis ortopedik mampu menilai kerusakan yang terjadi seperti putusnya ligamen atau robeknya meniscus untuk kemudian melakukan tindakan perbaikan seperti rekonstruksi ACL/ PCL maupun penjahitan meniscus.

    Arthroscopy memiliki banyak keunggulan seperti :
    1. Luka yang sangat kecil sehingga jaringan yang rusak pun menajdi sedikit (minimally invasive).
    2. Perdarahan yang sanagt minimal.
    3. Perawatan yang jauh lebih cepat.
    4. Pasien dapat mobilisasi kembali dengan cepat pasca dilakukannya tindakan.
    5. Kemungkinan bagian tubuh yang cedera berfungsi kembali seperti semula sangatlah besar.
    6. Memperkecil munculnya komplikasi pasca operasi

    Dengan demikian  tindakan arthroscopy sangat mungkin untuk dilakukan kepada penderita yang menginginkan kembali beraktifitas dan berolahraga tanpa rasa nyeri.


    Narasumber:

    dr. Bobby Nelwan, Sp.OT

    (Dokter Spesialis Bedah Ortopedik OMNI Hospitals Pulomas)

Jadwal Praktek Dokter

Senin & Rabu  : 17.00 - 19.00 WIB

Sabtu               :  09.00 - 11.00 WIB & 17.00 - 19.00 WIB