• Home
  • Articles
  • Arthroscopy (Teropong sendi) Pada Cedera Lutut akibat Olah raga
Arthroscopy (Teropong sendi) Pada Cedera Lutut akibat Olah raga

Arthroscopy (Teropong sendi) Pada Cedera Lutut akibat Olah raga

dr. Bobby N. Nelwan, SpOT

Tiada hari tanpa olah raga merupakan slogan yang dicanangkan pemerintahan untuk mendorong masyarakat Indonesia giat berolah raga. Kesadaran berolah raga makin tumbuh bahkan tidak sedikit atlet - atlet profesional bermunculan dari kalangan masyarakat yang pada mulanya hanya sekedar olah raga biasa saja. 
Olahraga berguna untuk berbagai hal seperti :

  • Rekreasi
  • Prestasi
  • Amatir
  • Profesional
  • Bisnis
  • Pekerjaan

Dengan segala tujuan olah raga tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun demikian kegiatan ini tidak lahluput dari cedera yang mengecam, cedera olah raga atau SportInjury

Tindakan yang dilakukan bila mengalami cedera lutut saat Olahraga, Pada saat kejadian segera melakukan tindakan RICE,yaitu:

- REST,istirahat selama 48 jam. Tidak dianjurkan untuk bermain lagi (olahraga).
- ICE,diberikan kompres dingin.
- COMPRESSION,diberikan balut tekan.
- ELEVATION,bagian yang terkena diletakan lebih tinggi untuk mengurangi pembengkakan.

Kemudian harus dicari apakah ada bagian lutut yang rusak dengan cara memeriksakan diri ke dokter. Bila ditemukan adanya kerusakan dari organ -organ dalam lutut maka didiskusikan untuk diperbaiki. Pemeriksaan Radiologi seperti MRI sangat memdeteksi cederapada lutut.

Arthroscopy Mengatasi masalah cedera lutut saat Olah raga
Setelah diketahui dengan pasti kelainan yang terjadi maka tindakan selanjutnya adalah memperbaiki kerusakan organ lutut tsb. Modalitas yang terbaik saat ini adalah Arthroscop yatau Teropong sendi.

Arthroscopy hanya membutuhkan luka yang kecil sekitar 5mm, pada 2-3 tempat, yang dibuat disekitar lutut.cara kerja nya adalah suatu kamera seratoptik akan dimasukan ke dalam lutut dan dipaparkan di monitor sehingga dokterakan melihatnya dan menilainya melalui monitor tsb. Kelainan putusnya ligament atau robeknya meniscus akan terpantau di monitor dan kemudian dilakukan tindakan perbaikan seperti rekonstruksi ACL/PCLatau penjahitan meniscus.

Keunggulan menggunakan Arthroscopy adalah:
1. Lukayang kecil sehingga jaringan yang rusak pun sedikit (minimallyinvasive)
2. Perdarahan minimal
3. Mobilisasi cepat
4. Perawatan cepat
5. Kemungkinan kembali berfungsi seperti semula sangat besar
6. Memperkecil komplikasi pasca operasi

Dengan demikian maka tindakan Arthroscopy sangat memungkinkan dilakukan kepada penderita yang menginginkan kembali beraktifitas olahraga bahkan meraih kembali prestasi yang dahulu.