Alam Sutera DOCTORS

Dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD, FIHA, FACC

Doctor

Alam Sutera Dr. Renan Sukmawan

Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah

Dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD mengenyam pendidikan kedokteran umum dan spesilis jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pria yang akrab disapa dokter Renan ini melanjutkan pendidikan di luar negeri diantaranya program PhD in Cardiovascular Medicine, di Kawasaki Medical School-Japan dan Fellowship in Transradial Cardiovascular Intervention di University Clinic Cardiology, Skopje, Macedonia. selaini tu, dokter Renan juga merupakan salah satu anggota team dokter Center of Excellence Cardiology OMNI Hospital Alam Sutera. Dengan pengalamannya tersebut dr. Renan juga dapat menangnani berbagai jenis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah, serta melayani konsultasi dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Specialties

  • Dokter, FKUI, Jakarta, 1997
  • PhD in Cardiovascular Medicine, Kawasaki Medical School, Japan, 2007 (Graduation school student in Japan from 2002-2007)
  • Cardiologist (SpJP), FKUI, 2009
  • Fellowship in Transradial Cardiovascular Intervention, University Clinic Cardiology, Skopje, Macedonia, 2013-2014.

International Courses

  • Cardiac Magnetic Resonance Imaging (MRI), Kuching, Malaysia, 2009
  • Basic Cardiac Intervention Course, Singapore, 2010
  • Cardiac Computed Tomography (CT), Kuala Lumpur, Malaysia, 2011
  • European Interventional Cardiology Fellow Course, Krakow, Poland, 2012
  • Asan Medical Center Cardiac Interventional Training, Seoul-Korea, 2015

Scientific Awards

  • The excellence prize, Young Investigator's Award for International Student, the Japanese Circulation Society 2006, Nagoya, Japan
  • First winner, Young Investigator's Award, Annual Scientific Meeting Indonesia Heart Association 2009, Jakarta, Indonesia
  • Winner, Young Investigator's Award, World Congress of Echocardiography 2010, Manila, Philipines
  • Penghargaan FKUI Produktif, 2013

Kompetensi dan Skill Klinis Khusus

  • Cardiac Catheterization
  • Percutanoeus Cardiac Intervention (PCI), termasuk primary PCI
  • Echochardiography
  • Transesophageal Echocardiography (TEE)
  • Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularization (ESMR)
  • Cardiac CT
  • Cardiac Nuclear Perfusion Scan (SPECT)
  • Cardiac MRI
  • Temporary Pace Maker (TPM)
  • Pericardial Tapping
  • dll

Scientific Award

  • The excellence prize, Young Investigator's Award for International Student, the Japanese Circulation Society 2006, Nagoya, Japan.
  • First Winner, Young Investigator's Award, Annual Scientific Meeting Indonesia Heart Association 2009, Jakarta, Indonesia
  • Winner, Young Investigator's Award, World Congress of Echocardiography 2010, Manila. Philipines
  • Penghargaan FKUI Produktif, 2013.

Publikasi Internasional

  • 16 laporan penelitian pada journal internasional a.i : American Journal of Cardiology, Journal Pharmacological Science, Journal American Society of Exhocardiohraphy
  •  40 makalah ilmiah pada berbagai pertemuan ukmiah international.

 

 

  • Mengenal Lebih Dekat Kesehatan Jantung dan Permasalahannya

    Penyakit jantung bukan penyakit menular, tetapi merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Berikut berbagai permasalahan pada jantung.

    Penyakit jantung koroner, terjadi akibat terbentuknya penyempitan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah

    Read More

    Penyakit jantung bukan penyakit menular, tetapi merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Berikut berbagai permasalahan pada jantung.

    Penyakit jantung koroner, terjadi akibat terbentuknya penyempitan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung. Ketika penyempitan timbul, terjadi plak yang kemudian menarik bekuan darah sehingga tiba-tiba menimbulkan sumbatan akut.

    Penyakit jantung hipertensi: membuat jantung menjadi tebal dan melar. Kondisi ini bisa menyebabkan penyakit gagal jantung yang berujung pada kematian.

    Penyakit jantung rematik: akibat infeksi bakteri dan lain-lain di dalam, tengah, dinding, otot, hingga di pinggiran jantung.

    Penyakit katup jantung. Katup atau klep pada jantung yang bermasalah, terutama akan menyebabkan katup jantung rusak atau lengket satu sama lain sehingga muncul kondisi yang disebut jantung bocor.

    Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur jantung yang menetap sejak lahir. Penyakit ini menyerang anak-anak dan di Indonesia banyak sekali yang kelainannya tidak terkoreksi, ditemukan saat dewasa dan sudah bermasalah.

    Aritmia atau gangguan pada irama jantung.

    Penyakit jantung karena kelainan hormonal. Hormon tiroid sangat penting untuk metabolisme seluruh tubuh. Namun jika kadarnya terlalu tinggi, bisa menyebabkan gangguan irama jantung.

    Endokarditis, penyakit jantung infeksi yang mengenai permukaan dalam dinding jantung bagian dalam.

    Miokarditis, terjadi jika infeksi mengenai daging dan otot-otot jantung sehingga menyebabkan sesak napas akibat jantung yang lemah.

  • Sudah Tahukah Anda Cara Menangani Jantung Koroner?

    PENYAKIT JANTUNG koroner terjadi ketika ada penyempitan hampir 70% pada pembuluh darah koroner. Cara mendeteksinya melalui treadmill atau CT scan, untuk melihat langsung apakah ada plak pada jantung. Untuk memastikan

    Read More

    PENYAKIT JANTUNG koroner terjadi ketika ada penyempitan hampir 70% pada pembuluh darah koroner. Cara mendeteksinya melalui treadmill atau CT scan, untuk melihat langsung apakah ada plak pada jantung. Untuk memastikan telah terjadi sumbatan, dilakukan kateterisasi. Sedangkan untuk mengatasi penyumbatan tersebut bisa dilakukan pemasangan ring untuk melebarkan pembuluh darahnya.

    Jadi, pemasangan ring dilakukan ketika ada penyempitan di pembuluh darah koroner sebesar 70%, karena di atas angka tersebut aliran darah terganggu.

    Pemasangan ring dan kateterisasi merupakan prosedur intervensi non bedah. Pemasangan kateter melalui pembuluh darah arteri di tangan, seperti saat memasang infus. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cepat, tergantung kondisi penyempitannya. Kalau penyempitan panjang dan banyak, harus dilakukan pemasangan kateter (balon) dulu, kemudian memasang ring.

    Jika penyumbatan terlalu banyak, dan tersebar di tiga pembuluh darah tersebut sehingga menimbulkan kebuntuan, salah satu pilihannya adalah operasi bypass. Masih ada beberapa cara untuk mengatasi penyakit jantung dengan peralatan, seperti pemasangan permanent pacemaker atau alat pacu jantung. Di Amerika, ada prosedur transplantasi atau cangkok jantung untuk mengatasi gagal jantung. Namun prosedur ini belum bisa dilakukan di Indonesia, karena masih terhambat donor dan berbagai faktor pendukung lainnya.

    SALAH KAPRAH SOAL EKG

    Selama ini EKG dianggap sebagai deteksi dini penyakit jantung koroner yang mampu menggambarkan masalah pada jantung. Padahal EKG hanya bisa menggambarkan suatu kelainan pada pasien yang sudah pernah serangan jantung atau gagal jantung. EKG lalu dilakukan saat pasien diberi exercise seperti treadmill, untuk melihat apakah EKG berubah setelah beraktivitas. EKG yang dilakukan saat istirahat tidak banyak mengungkapkan sesuatu yang berarti.

  • Waspadai Penyakit Jantung Koroner

    Jantung merupakan salah satu organ terpenting didalam tubuh dan sangat vital. Dikarenakan jantung berfungsi memompa darah keseluruh tubuh kita dan darah ini juga membawa nutrisi dan oksigen yang kemudian akan

    Read More

    Jantung merupakan salah satu organ terpenting didalam tubuh dan sangat vital. Dikarenakan jantung berfungsi memompa darah keseluruh tubuh kita dan darah ini juga membawa nutrisi dan oksigen yang kemudian akan di distribusikan keseluruh tubuh. Coba bayangkan bila jantung Anda tidak dapat berfungsi secara normal ataupun tidak sehat?

    Penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Data riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke akibat penyempitan pembuluh darah adalah penyebab kematian tertinggi. Sekitar 25% kematian di Indonesia diakibatkan oleh penyakit ini dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Jadi penyakit jantung koroner merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

    Apa Penyebab Penyakit Jantung Koroner?
    Penyakit Jantung Koroner disebabkan adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner yang mengakibatkan aliran darah ke jantung terhambat. Penyempitan ini terjadi karena penumpukan kolesterol dan protein lain yang berasal dari makanan yang masuk kedalam tubuh. Penumpukan plak di dinding arteru koroner ini dapat menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku dan salurannya menjadi semakin sempit. Mekanisme ini disebut aterosklerosis. Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga memudahkan terbentuknya penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung tertutup sepenuhnya dan dapat mencetuskan serangan jantung mendadak yang sangat berbahaya.

    Gejala Penyakit Jantung Koroner?
    Gejala awal penyakit jantung koroner, pasien mengeluh nyeri atau tidak nyaman di tengah dada, ulu hati, punggung seperti ditekan benda berat saat beraktivitas selama 30 detik sampai 5 menit. Gejala juga dibarengi dengan keringat dingin, berdebar-debarm pusing dan merasa ingin pingsan. Gejala tersebut akan berkurang dengan istirahat atau pemberian tablet nitrat dibawah lidah. Perlu diketahui, rasa nyeri atau rasa berat tertekan di dada disebut angina sebagai alarm peringatan dari kurangnya aliran darah koroner.

    Bagaimana Mencegah Penyakit Jantung Koroner?
    Penyakit jantung koroner sendiri disebabkan beberapa faktor, diantaranya kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, merokok, kurang aktivitas atau olahraga, gaya hidup serta adanya riwayat keluarga yang pernah serangan jantung di usia muda (dibawah 50 tahun). Sebenarnya Anda dapat mencegah penyakit jantung koroner, apabila Anda berusaha mengurangi atau mencegah timbulnya plak di pembuluh darah dengan mengatur pola makan dan gaya hidup sehat, seperti:

    • Berhenti merokok
    • Kurangi dampak stress dengan cara relaksasi
    • Memeriksakan tekanan darah secara teratur
    • Memeriksakan gula darah dan kendalikan kadar glukosa darah bila Anda mengidap diabetes
    • Pertahankan berat badan yang normal dengan diet rendah kolesterol dan lemak jenuh
    • Olahraga secara teratur
    • dan lakukan pemeriksaan kardiovascular secara teratur.

    Lalu, Penanganan Apa Yang Tepat Bagi Penderita Jantung Koroner?
    Penanganan pada pasien penderita jantung koroner disesuaikan dengan kondisi penyempitan pembuluh darah jantung yang terjadi. Langkah awal yang dilakukan oleh dokter biasanya akan menanyakan keluhan yang dirasakan dan melakukan tes untuk memastikan diagnosis serta tingkat keparahannya. Dokter akan memeriksa rekam listrik jantung (elektrokardiografi, EKG) dan mengambil sampel darah untuk melihat adanya kerusakan otot jantung. Kemudian, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi penggumpalan darah, melebarkan arteri koroner, mengurangi beban jantung dan menenangkan pasien. Jika penyempitan pada dinding pembuluh darah cukup berat dari pemeriksaan kateterisasi dokter akan melakukan revaskularisasi dengan prosedur Intervensi Jantung Perkutan (PCI) atau bedah pintas bypass arteri jantung (CABG). PCI dilakukan dengan pemasangan stent (cincin) yang bertujuan untuk memperlebar saluran arteri koroner yang mengalami penyempitan. Bedah bypass arteri koroner jantung (CABG) yakni operasi dengan metode penanaman pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk membuka rute baru bagi aliran darah ke jantung sehingga suplai darah mencukupi. Penderita diabetes dan mengalami lebih dari tiga penyempitan pembuluh darah sering dianjurkan untuk menjalani CABG daripada PCI. Prosedur PCI dan CABG telah rutin dikerjakan di fasilitas kesehatan jantung (Center of Excellence Cardiology) dengan peralatan memadai seperti halnya di RS OMNI Alam Sutera.

     

    Dr. Renan Sukmawan
     

    Dr. Renan Sukmawan, Sp.JP(K), PhD, FIHA, FACC 

    READ MORE

     

Jadwal Praktek Dokter

Selasa & Kamis    :   18.00 - 19.00 WIB

Sabtu                    :   11.00 - 13.00 WIB