Pulomas DOCTORS

dr. Muhammad A. Basalamah, Sp.JP

Doctor

Pulomas dr. Muhammad A. Basalamah

Dokter Spesialis Jantung

Pemilik nama lengkap Muhammad A. Basalamah, lahir di Cirebon, 18 Juni 1967 silam. Mengenyam pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1993 dan melanjutkan pendidikan Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK UI tahun 2006.

Specialities

  • S1 Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1993
  • S2 Pendidikan Dokter Spesialis Prog. Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FKUI 2006
  • Interventional Cardiology Fellowship Program Harapan Kita Hospital 2012.
  • Penanganan Terkini Penyakit Jantung Koroner dengan Kateterisasi Jantung dan Pemasangan Stent

    Pada prinsipnya pengobatan penyakit jantung koroner bertujuan agar terjadi keseimbangan kebutuhan untuk suplai darah ke otot jantung. Aliran darah melalui arteri koroner harus kembali lancar untuk otot jantung.

    Penanganan awal biasanya dilakukan dengan

    Read More

    Pada prinsipnya pengobatan penyakit jantung koroner bertujuan agar terjadi keseimbangan kebutuhan untuk suplai darah ke otot jantung. Aliran darah melalui arteri koroner harus kembali lancar untuk otot jantung.

    Penanganan awal biasanya dilakukan dengan pemberian obat yang akan mengurangi pembentukan plak di dalam arteri koroner. Apabila dengan pengobatan tidak mampu menghancurkan plak tersebut, maka saat ini pengobatan untuk penanganan terkini penyakit jantung koroner bisa dilakukan dengan tindakan untuk membuka pembuluh koroner yang menyempit akibat sumbatan melalui kateterisasi jantung (intervensi).

    1. Angiografi Koroner (CAG)

    Merupakan tindakan minimal invasive menggunakan sinar X-Ray dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah tepi (tangan/paha) sampai mencapai pembuluh darah koroner, dilanjutkan dengan pemberian zat kontras untuk menfoto secara langsung pembuluh darah koroner. Tujuan dari tindakan ini adalah untuk melihat berapa persen sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah.

    Tindakan ini dilakukan di ruangan khusus (laboratorium kateterisasi/Cathlab) & steril. Selama tindakan berlangsung pasien tetap dalam keadaan sadar dan dapat berkomunikasi dengan dokter yang melakukan tindakan.

    Apabila hasil kateterisasi jantung dinyatakan baik, maka tidak memerlukan tindakan lebih lanjut, namun apabila dari hasil memerlukan tindakan lebih lanjut, maka tindakan kateterisasi jantung dapat dilanjutkan dengan pembalonan atau pemasangan stent/ring (PCI). Tindakan kateterisasi merupakan prosedur tindakan yang relatif aman dan tidak memerlukan waktu lama. Pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama (One Day Care) atau di rawat selama satu malam.

    2. Pemasangan Stent/Ring (PCI)

    Merupakan suatu tindakan yang bertujuan untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang tersumbat dengan menggunakan stent sehingga aliran darah ke otot jantung dapat kembali lancar. Tindakan ini juga dilakukan di ruangan khusus (laboratorium kateterisasi/Cathlab). Jenis stent jantung ada 2 macam: Bare Metal Stent (BMS) yaitu stent yang terbuat dari stainless steel atau cobalt chromium dan Drug Eluting Stent (DES) yaitu stent berlapis obat.

     

    Persiapan Tindakan Kateterisasi

    Dalam setiap pelaksanaan diagnostik medis tentunya ada persiapan sebelumnya. Beberapa persiapan yang diperlukan sebelum tindakan kateterisasi jantung ini adalah :

    1. Pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan darah)
    2. Puasa makan (tidak makan) 4  jam sebelum tindakan, minum obat seperti biasa
    3. Mendapat penjelasan tentang prosedur tindakan kateterisasi jantung

    Risiko Kateterisasi Jantung

    Risiko tindakan kateterisasi jantung sangatlah kecil, biasanya pemeriksaan kateterisasi berlangsung tanpa masalah. Risiko minor yang bersifat sementara berupa luka memar akibat suntikan jarum, reaksi sensitif/kepekaan pada zat kontras. Komplikasi yang lebih serius sangatlah jarang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tindakan kateterisasi jantung adalah tindakan yang lebih aman. Namun untuk mengurangi resiko yang lebih lanjut, pasien harus tetap menjaga kesehatan dan menghindari dari faktor-faktor resiko serta minum obat yang teratur.


    Narasumber:

    dr. Muhammad A. Basalamah, Sp.JP

    Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Omni Hospitals Pulomas

  • Waspadai 9 gejala penyakit jantung

    Serangan jantung masih dikategorikan sebagai penyakit pembunuh nomor satu. Meskipun ada beberapa gejala serangan jantung yang mendadak itu sangat menakutkan, namun, ada juga beberapa pertanda yang sangat halus. Sehingga tidak

    Read More

    Serangan jantung masih dikategorikan sebagai penyakit pembunuh nomor satu. Meskipun ada beberapa gejala serangan jantung yang mendadak itu sangat menakutkan, namun, ada juga beberapa pertanda yang sangat halus. Sehingga tidak mudah terbayang dalam benak kita kalau itu mungkin adalah tanda penyakit jantung.

    Ada 9 pertanda terjadinya gejala terkait. Jika terjadi gejala seperti berikut ini, mungkin sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Tapi juga tidak perlu panik, gejala-gejala ini mungkin disebabkan oleh faktor lain.

    1. Ekstrem lelah.

    Lelah yang kerap terjadi ini mirip dengan lelah ketika diserang flu, bukan karena kurang tidur. “Mayoritas kaum perempuan menganggap enteng terkait rasa lelah mereka, namun, pada kenyataannya, hal ini bisa jadi merupakan peringatan dari jantung.” ?Penyebab kelelahan ekstrem karena hipoksia (kekurangan oksigen pada jaringan tubuh), saat demikian, jantung harus bekerja ekstra untuk menyediakan oksigen pada tubuh.

    Namun faktor yang menyebabkan kelelahan itu cukup banyak, jika gejala Anda hanya satu ini, Anda bisa konsultasikan dulu dengan dokter, jangan langsung menyimpulkan anda mengalami serangan jantung

    2. Edema (pembengkakan pada kaki).

    Penyebab edema itu beragam, misalnya ibu hamil, varises / pembuluh darah balik mekar (pelebaran pembuluh darah vena yang menjadi bengkak dan berkelok-kelok), atau duduk lama dalam perjalanan jauh dan sebagainya. Tapi juga bisa jadi merupakan tanda dari gagal jantung, sebab di saat demikian jantung tidak dapat memompa darah secara efektif.

    “Katup jantung tidak normal, beberapa obat diabetes atau tekanan darah juga dapat menyebabkan edema. Edema bagian kaki yang berhubungan dengan jantung, biasanya akan disertai dengan sesak napas dan kelelahan.”

    3. Nyeri saat jalan.

    Jika pinggul atau otot kaki Anda mengalami kejang ketika mendaki (naik ke tempat tinggi), berjalan atau bergerak, tetapi mereda saat setelah istirahat, maka jangan dengan gegabah mengaitkannya dengan tuanya usia atau kurang berolahraga.

    Hal itu mungkin merupakan gejala dari penyakit arteri perifer, probabilitas terjadinya obstruksi arteri pada penderita penyakit ini adalah 50%. Namun, kabar baiknya adalah, PAD penyakit yang mudah disembuhkan, jadi tidak perlu panik.

    4. Pusing dan mata berkunang-kunang .

    Penyebab pusing dan mata berkunang-kunang juga cukup banyak, namun, banyak yang tidak berhubungan dengan jantung. Dehidrasi, berdiri cepat, kemungkinan juga akan menyebabkan pusing. Jika sering terjadi, Anda bisa konsultasikan dengan dokter apakah hal itu karena efek samping dari obat, atau karena masalah telinga bagian dalam atau anemia / kurang darah.  Beberapa penyebab dari masalah jantung, misalnya arteri tersumbat atau cacatnya katup jantung, sehingga tidak mampu mempertahankan tekanan darah yang stabil.

    5. Perawakan sedang, tapi sesak napas.

    Meskipun Anda berolahraga 3 kali seminggu, tapi apakah masih terengah-engah ketika naik tangga, atau batuk selalu menyertai Anda ? Ini mungkin asma, anemia, infeksi, atau bisa jadi katup jantung Anda bermasalah.  “Ketika katup jantung tidak mampu mengirim darah ke aorta (pembuluh nadi besar) dari jantung, maka darah akan menumpuk di paru-paru, yang memicu terjadinya asma bronkial (bengek). Beberapa olahraga dapat memperkuat jantung, jadi, jika punya gejala seperti tersebut di atas sebaiknya segera diperiksa, jangan sampai mengganggu efektivitas latihan Anda.

    6. Depresi.

    Depresi adalah salah satu masalah yang paling umum di dunia, yang setiap tahun menyerang 19 juta penduduk Amerika. Depresi mungkin bukan merupakan tanda masalah (penyakit) jantung, tapi kesehatan mental pasti akan memengaruhi kesehatan fisiologis. Banyak penelitian menyebutkan bahwa mereka yang mengalami depresi, rasio menderita penyakit jantungnya juga jauh lebih tinggi. Apalagi fisiologi juga akan mempengaruhi psikologi seseorang, Steinbaum mengatakan: “Mereka yang menderita penyakit jantung atau berisiko tinggi menderita penyakit jantung itu juga akan mengalami kecenderungan depresi.” Bagaimanapun juga, mereka yang memiliki tanda-tanda seperti ini, sebaiknya mencari bantuan sesegera mungkin.

    7. Migrain.

    Terkadang migrain hanya sakit kepala biasa. 12% migrain terjadi pada kaum proletariat (istilah yang digunakan untuk mengidentifikasikan kelas sosial rendah). Tapi terkadang itu merupakan masalah jantung, penderita kardiovaskular yang mengalami migrain mencapai hingga 40%.

    Meskipun migrain sekilas tampak tidak terkait langsung dengan jantung, namun, beberapa migrain memang ada kaitannya dengan kelainan jantung. Ada argumen teoritis yang menyebutkan, bahwa penyakit jantung dan migrain berhubungan dengan gangguan sistem saraf otonom.

    8. Mendengar detak jantung ketika tidur.

    Beberapa penderita dengan disfungsi katup jantung, bahkan bisa mendengar irama detak jantungnya sendiri.” Beberapa orang sudah terbiasa dengan suara seperti itu, namun, dengan mengganti posisi tidur, telinga Anda tidak akan diganngu oleh suara itu. Tapi itu tidak berarti Anda dapat mengabaikan gejala tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui sebabnya. Irama detak jantung yang terdengar jelas mungkin adalah gejala hipotensi, hipoglikemia (gula darah rendah), anemia, obat-obatan, dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), atau mungkin juga disebabkan faktor lain.

    9. Tiba-tiba merasa cemas, berkeringat, mual.

    Cemas, berkeringat, mual adalah penyakit yang khas dari Anxiety Disorders (penyakit mental yang serius), tapi mungkin juga merupakan gejala dari serangan jantung. Jika gejala-gejala awal penyakit jantung ini disertai dengan sesak napas, kelelahan ekstrim, atau pembengkakan dada, nyeri dada yang meluas ke punggung, bahu, lengan, leher atau tenggorokan, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter, terlambat sedikit saja mungkin akan mengancam jiwa. Makan untuk penderita penyakit jantung

    Penderita penyakit jantung perlu memperhatikan perawatan harian. Terutama pola makan minum membutuhkan lebih banyak perhatian. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita penyakit jantung dari sisi makanan yang direkomendasikan pakar gizi :

    1. Makanan dengan kadar minyak sedikit, rendah garam dan rendah gula
    2. Pilihlah sayuran, buah-buahan atau makanan biji-bijian berserat tinggi.
    3. Menyerap vitamin E, untuk mencegah pembentukan bekuan darah.
    4. Makan beberapa tahap dalam jumlah porsi kecil.
    5. Mengonsumsi makanan dengan kandungan lesitin kedelai atau lesitin nabati.

Jadwal Praktek Dokter

Senin - Rabu     :  14.00 - 16.00 WIB

Jumat                :  13.00 - 15.00 WIB