Alam Sutera DOCTORS

dr. Deny Irwan, Sp.BS

Doctor

Alam Sutera dr. Deny Irwan

Dokter Spesialis Bedah Saraf / Neuro Surgeon

Deny Irwan lahir di Martapura, 3 Mei 1966. Memperoleh gelar sarjana strata 1 (S1) Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada 18 Januari 1996. Meneruskan jenjang pendidikan S2 dengan memilih Dokter Spesialis Bedah Saraf Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia dan lulus pada 3 Februari 2007. Pria yang akrab disapa dokter Deny ini sangat aktif dalam mengikuti berbagai simposium ataupun seminar kedokteran baik di nasional maupun internasional. Dalam kegiatan yang rutin diikutinya. Deny juga bergabung dalam organisasi Indonesian Medical Association dan Indonesian Society of Neurological Surgeons. Serta berpengalaman bekerja sebagai head of community health center, manager of public health insurance, dan manager of private health clinic.

 

 

  • Advanced Trauma Life Support, American College of Surgeon n RSCM, Jakarta 2002.
  • Basic Surgical Skill, UK Royal College of Surgeon RS Hasan Sadikin, Bandung 2002.
  • International Conference on Recent Advances in  Neurotraumatology, Bali-Indonesia 2002.
  • Extended Frontolateral Approach with Orbitotomy, Prof. Akira Akuba RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2002.
  • Cloward's Anterior Cervical Decompression & Fusion, Prof.RM Padmosantjojo RS Hasan Sadikin, Bandung 2002.
  • Skull Base Surgery, Prof. Katsuo Hashi RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2002.
  • Transphenoidal Approach in Pituitary Tumor Prof Yamada RSCM, Jakarta 2003.
  • Aneurysm Surgery, Prof. Hori RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2003.
  • Endoscopic Procedure in Neurosurgery, Prem Pillay MD RS Pondok Indah, Jakarta 2003.
  • Spinal Instrumentation & Cadaveric Dissection, Prof. Daniel Kim RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2003.
  • Endoscopic Spinal Surgery & Cadaveric Dissection, Prof. Destandau RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2003.
  • Hands on Microscopic Animal Dissection RSCM Jakarta, 2004.
  • Carotid Transcranial Doppler Ultrasound Course RSCM Jakarta, 2004.
  • Skull Base Surgery, Prof Masaaki Usui RSCM, Jakarta 2004.
  • Updates on Lumbar Spine Management RS PIK,Jakarta 2004.
  • Updates on Lumbar Spine Management RS PIK,Jakarta 2004.
  • The 5th Asian Conference of Neurological Surgeons, Lippo Karawaci-Indonesia  2004.
  • Workshop on TCD, The 5th ACNS Lippo Karawaci-Indonesia 2004.
  • The 11th ASEAN Congress of Neurological Surgeons, Bali, Indonesia 2004.
  • Anterior Fusion on Thoracolumbar Spine Spondylosis, RSUD Dr Soetomo Surabaya-2005.
  • Workshop on TCD RS Dr Kariadi Semarang 2005.
  • Artificial Disk Replacements RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta 2006.
  • Pediatric Neurosurgery 34 th Annual Meeting of the International Society for Pediatric Neurosurgery.
  • Anual Scientific Meeting of Indonesian Society of Neurological Surgeon in Conjunction with the world Federation of Neurosurgical Societies Taipei -Taiwan 2006.
  • First NNI- Aesculap Academy Neurosurgical Approaches Course 2007.
  • 13 th WFNS Interim et 12 th AACNS Meeting Surgical Experimental Laboratory, Dept of Experimental Surgery, Singapore General Hospital, Singapore Feb 2007. Nagoya - Japan , 2007.
  • The 1 st NNI Aesculab Academy Neurosurgical Approaches course  Singapore General Hospital, Singapore, 2008.
  • 2nd Live International Neuroradiology & Neurosurgery Course ( LINNC ) Paris - France , 2008.
  • The 71th Conference of ASEAN Congress of Neurological Surgeons, hosted by Chinese Neurosurgycal Society Beijing - China, 2008.
  • Annual Meeting Indonesian Neurosurgycal Society - A Comprehensive Diagnosis and Management of Brain Tumor Semarang - Indonesia , 2008.
  • Neuroendoscopic Course in Henry Mondor Hopital, Creitel, France by Prof Philippe Decq Workshop on TCD Creitel - France , 2008.
  • Neurosurgery Clinical Activity Education Program From March 9 - 21, 2009 in Departmen of Neurosurgery National Health Insurance Corporation Ilsan Hospital , South Korea by Prof Ho Yeol Zang M.D, Ph DIlsan - South Korea , 2009
  • Neurosurgery Clinical Activity Education Program From July 13 - 1st  August, 2009 in Departmen of Neurosurgery Taichung Veteran General Hospital Taichung Taiwan by Prof Chiung Chyi Shen, MD Taichung - Taiwan , 2009.
  • The 1st International Workshop on Minimally Invasive Spinal Surgery & A Hands - On Cadaver Dissection August 1 - 2 , 2009 in Departmen of Neurosurgery Taichung Veteran General Hospital Taichung Taiwan by Prof Chiung Chyi Shen, MD Taichung – Taiwan, 2009.
  • The XIV World Congress of Neurological Surgeons, Joint Sponsored by AANS and WFNS Boston - USA, August 30 - September 4 , 2009.
  • Neurosurgery Clinical Activity Education Program From March 1 – 12 , 2010 in Departmen of Neurosurgery Bellaria Hospital, Bologna Italia by Prof Giorgio Frank, MD Bologna - Italia, 2010.
  • The 11st International Workshop on Endoscopic, Transsphenoidal Surgery, From Pituitary to Skull Base March 8 - 9, 2010 in Departmen of Neurosurgery Bellaria Hospital, Bologna Italia by Prof Giorgio Frank, MD Bologna - Italia, 2010.

Specialities

  • S2 Dokter Spesialis Bedah Saraf FK Univ Indonesia pada 3 Februari 2007
  • S1 Dokter FK Univ Diponegoro 18 Januari 1996
  • Terapi Nyeri Tanpa Operasi

    Pain Management menjadi terapi alternatif untuk menangani nyeri akut dan kronik pada tulang belakang. Bertujuan memberikan rasa nyaman, meningkatkan kualitas hidup pasien, hingga menghilangkan ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit.

    Read More

    Pain Management menjadi terapi alternatif untuk menangani nyeri akut dan kronik pada tulang belakang. Bertujuan memberikan rasa nyaman, meningkatkan kualitas hidup pasien, hingga menghilangkan ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit. Nyeri tulang belakang (leher, pinggang, dan tulang belakang) dialami oleh hampir 85% penduduk dunia. Keluhan nyeri sebagian besar terjadi di pinggang (80%), leher (10%–15%), dan punggung (5%). Beberapa penyebabnya, antara lain rasa nyeri di otot dan urat yang berhubungan dengan tulang belakang, hernia nucleus pulposus (saraf terjepit), peradangan sendi tulang belakang, degenerasi bantalan tulang belakang, tulang yang patah akibat kecelakaan, tulang keropos, tumor, dan infeksi di tulang belakang.

    Penderita nyeri tulang belakang mau tak mau harus berkompromi dengan rasa nyeri yang tak tertahankan, terlebih jika obat-obatan dan fisioterapi tak juga membantu. Bukan hanya itu, anggapan bahwa penyakit ini akan mengalami kecacatan atau lumpuh sampai risiko kematian membuat penderita nyeri tulang belakang menghindari tindakan operasi. Jadi, bagi pasien yang belum siap untuk operasi, tapi mengeluh nyeri tak tertahan, bisa mengambil solusi Pain Management. Prosedur ini lebih tepat sasaran dan dengan dosis yang tepat. Sebab, obat antiperadangan dan penghilang rasa sakit dimasukkan langsung ke daerah sekitar saraf yang meradang. Dengan begitu, tidak mengganggu organ tubuh lain, seperti lambung atau ginjal yang akan terkena dampak jika terus meminum obat.

    Prosedur ini, dilakukan di kamar operasi dengan menempatkan pasien pada posisi tertelungkup. Dengan panduan C-arm (X-ray) Fluoroscopy yang berfungsi untuk menentukan lokasi nyeri secara akurat, dokter akan menyuntikkan obat anestesi (bius) lokal terlebih dahulu, kemudian obat anti-peradangan dimasukkan. Pain Management bertujuan menangani nyeri akut dan kronik pada tulang belakang dengan mengurangi frekuensi dan intensitasnya. Di samping itu, juga memberikan rasa nyaman, meningkatkan kualitas hidup pasien (seperti aktivitas keseharian termasuk aktivitas seksual), serta mengurangi atau menghilangkan ketergantungan pasien pada obat-obatan penghilang rasa sakit.

    Salah satu jenis tindakan Pain Management yang juga terdapat di OMNI Hospital Alam Sutera adalah Percutaneous Epidural Neuroplasty (PEN) Technique. Terapi khusus untuk nyeri leher dan tulang belakang dengan indikasi saraf terjepit ringan yang memanfaatkan teknologi terbaru untuk mengatasi rasa nyeri tanpa tindakan operasi dan pembiusan. Berlangsung kurang lebih 30–45 menit, menggunakan micro catetheryang disuntikkan menelusuri celah sumsum tulang belakang dengan panduan C-Arm. Obat atau gelombang radiofrekuensi yang ditujukan ke cabang-cabang kecil akan mematikan rasa nyeri tersebut.

    Pasien dapat langsung pulang dan beraktivitas kembali setelah beristirahat dua jam di ruang pemulihan. Meski begitu, perlu diingat secara prinsip tindakan ini hanya mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang diderita, bukan mengobati keluhan nyeri secara total. Apabila tindakan ini tidak memberikan hasil memuaskan, pasien disarankan untuk melakukan tindakan operasi sebagai pilihan terakhir dalam penanganan kasus tulang belakang.

    Efektivitas tindakan ini bergantung pada kondisi ambang nyeri pasien dan tingkat keparahan penyakit tulang belakang yang diderita. Umumnya, rasa nyeri akan berkurang antara kurun waktu 3–12 bulan. Tindakan ini dapat diulang sebanyak maksimal empat kali dalam setahun dan tidak memiliki efek samping. Pain Management memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi karena dilakukan dengan menggunakan panduan C-Arm untuk menentukan lokasi dilakukannya tindakan. Setelah tindakan, boleh saja pasien berolahraga. Hanya, disesuaikan dengan kondisi tubuh dan saran dokter. Misalnya berenang atau jalan santai.

    Ada lima tahapan penanganan nyeri akibat gangguan tulang belakang. Pertama, perubahan gaya hidup yakni menurunkan berat badan dan berhenti merokok. Kedua, berolahraga seperti berenang, berjalan, fisioterapi, dan sebagainya. Ketiga, konsumsi obat yang meliputi obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), pelemas otot, kortikosteroid, opioid, dan obat anti-depresan. Keempat, menjalani Pain Management. Terakhir, jika keluhan nyeri tidak juga hilang, lakukan terapi pembedahan.

Jadwal Praktek Dokter

Senin – Kamis : Appointment