Alam Sutera DOCTORS

Dr. Berlian I. Idris, Sp.JP(K), FIHA, MPH, DSc

Doctor

Alam Sutera Dr. Berlian I. Idris

Dokter Spesialis Jantung dan Tim Dokter Spesialis Penyakit Jantung & Pembuluh Darah OMNI Hospital Alam Sutera

Berlian I. Idris merupakan dokter spesialis jantung & pembuluh darah OMNI Hospital Alam Sutera. Ia menuntut ilmu kedokteran umum dan dokter spesialis jantung di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dokter Berlian juga turut aktif mengikuti berbagai pelatihan di dalam negeri dan di luar negeri sesuai dengan bidang spesialisasi yang ditekuninya.

Pendidikan Formal :

  • Pendidikan konsultan (K) intervensi kardiologi (Kateterisasi), Vietnam & Thailand, 2012-2013
  • Spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP), Fakultas Kedokteran UI - Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Indonesia, 2007-2011
  • Master of public health (MPH) dan doctor of science (DSc), Rotterdam, Belanda, 2003-2006
  • Dokter Umum di FKUI Jakarta, 1995-2005.
  • Waspadai Serangan Jantung!

    Apa yang sebenarnya terjadi saat serangan jantung dan apa yang harus diwaspadai apabila hal ini terjadi pada kita?

    Serangan jantung adalah kondisi di mana otot jantung mengalami kekurangan oksigen yang signifikan

    Read More

    Apa yang sebenarnya terjadi saat serangan jantung dan apa yang harus diwaspadai apabila hal ini terjadi pada kita?

    Serangan jantung adalah kondisi di mana otot jantung mengalami kekurangan oksigen yang signifikan pada waktu yang relatif cepat. Pada saat itu, jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, bahkan bisa terjadi kerusakan otot jantung yang permanen. Pada kondisi yang berat, kita tentu pernah mendengar orang atau public figure yang mengalami serangan jantung mengalami kematian mendadak. Pada saat itu, otot jantung mengalami kerusakan yang cukup berat atau bisa mengalami gangguan irama yang berbahaya sehing jantung berhenti memompa. 

    Pada keadaan seperti itu, bila kita mengalami serangan jantung apa yang seharusnya kita lakukan? Tidak ada yang lebih baik selain ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk menangani serangan jantung dengan lengkap. Dan yang lebih penting lagi pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mencegah agar serangan jantung tidak menimpa kita? Agar serangan tidak menyerang kita maka kita harus mengetahui adakah penyakit jantung koroner dalam tubuh kita. Karena serangan jantung hanya terjadi pada orang yang sudah menderita penyakit jantung koroner. 

    Nah, bagaimana caranya dokter mendiagnosis adanya penyakit jantung koroner?

    Penyakit jantung koroner ini diketahui bila seseorang mengalami keluhan yang biasanya atau yang paling sering dilaporkan adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada. Rasa tidak nyaman di dada ini sensasinya bisa bermacam-macam: bisa seperti ditekan benda berat, bisa seperti diremas, ada yang merasakan seperti terbakar atau panas. Biasanya sakit dada ini kalau tidak dalam keadaan serangan jantung yang berat, timbul saat beraktivitas. Mengapa? Karena saat beraktivitas atau saat kita stress, jantung berdenyut lebih cepat dan saat itu jantung memerlukan supply oksigen yang lebih besar dan ini tidak bisa dipenuhi karena adanya penyakit jantung koroner. 

    Selain keluhan nyeri dada, dokter akan menanyakan adakah faktor resiko penyakit jantung pada orang tersebut. Apa saja faktor resiko itu?

    Merokok, Diabetes atau kencing manis,Darah tinggi atau hipertensi,
    Kolesterol tinggi, Kegemukan, dan Jarang beraktivitas atau berolahraga.

    Bila ada keluhan atau faktor resiko didapatkan, semakin banyak faktor resiko tentu semakin tinggi kemungkinan orang tersebut menderita penyakit jantung koroner. Pada orang tersebut, maka dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

    Pemeriksaan yang rutin dilakukan tentu pemeriksaan EKG (Elektro Kardiografi) yang diambil saat istirahat. Permasalahannya adalah pada EKG saat istirahat ini, kalau memang ada penyakit jantung koroner, biasanya itu seringkali masih terlihat normal karena kerja jantung tidak berat. Supply darah yang berkurang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan jantung yang relatif tidak besar. Karena itu, dokter perlu melakukan yang disebut sebagai treadmill test atau uji latih jantung dengan beban menggunakan treadmill.

    Pasien akan diminta untuk berjalan di ban berjalan kemudian lari, jantung diberikan beban dengan aktivitas dengan dokter menggunakan treadmill sambil dipantau apakah nanti nyeri dada timbul atau ada perubahan diagram listrik jantung yang itu menguatkan dugaan adanya penyakit jantung koroner. Bila hasil treadmill positif, dokter jantung akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan yang lebih spesifik. Biasanya dokter akan meminta citiscan koroner di mana anatomi atau jaringan pembuluh darah koroner itu tervisualisasi dan bisa dilihat jika terjadi penyempitan. Bila pada citiscan koroner didapatkan kelainan, ada penyakit jantung koroner, maka dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan standar baku emas atau ‘gold’ standar untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner yang kita sebut sebagai angiografi koroner atau prosedur kateterisasi.

    Semua hal ini penting sekali untuk dilakukan karena kita tidak ingin saat pertama kali kita diketahui menderita penyakit jantung koroner adalah pada saat serangan jantung. Tentu hal itu sudah terlambat dan lebih tragis lagi bila serangan jantung pertama yang kita alami kematian jantung mendadak. Karena itu saya menghimbau pada masyarakat untuk memeriksakan diri, untuk mulai menanyakan pada diri sendiri apakah saya ada keluhan yang seperti telah saya utarakan. Adakah faktor resiko penyakit jantung koroner. Bila 2 hal ini jawabannya iya, maka tentu sebaiknya kita memeriksakan diri ke dokter agar serangan jantung itu tidak kita alami dulu di mana serangan jantung itu sudah terlambat. 

    Demikian pesan dari saya, saya dr. Berlian I. Idris dari Omni Hospitals Alam Sutera, terima kasih.

     

     

    Dr. Berlian I. Idris

    Dr. Berlian I. Idris

    Sp.JP(K), FIHA, MPH, DSc | Doctor

    Read More

Jadwal Praktek Dokter

Senin & Kamis     : 14.00 - 17.00 WIB

Jumat                    : 10.00 - 11.30 & 13.00 - 14.00 WIB