• Home
  • Articles
  • Dr. Caroline Tirtajasa dan Masalah Kesuburan Kaum Hawa
Dr. Caroline Tirtajasa dan Masalah Kesuburan Kaum Hawa

Dr. Caroline Tirtajasa dan Masalah Kesuburan Kaum Hawa

Masalah kesuburan termasuk pelik untuk beberapa wanita. Demi mendapatkan sang buah hati, perempuan kerap berjuang menyuburkan rahimnya. Dan Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K) selalu sabar dan setia menangani masalah reproduksi kaum hawa ini.

Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG (K) , 43 tahun,merupakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan, Sub Spesialis Fertility dan Hormon Reproduksi serta juga seorang ahli Bedah Laparoskopi (Bedah Minimal Invasif).

Kemampuannya di bidang ini membuatnya kerap berhubungan dengan masalah infertilitas kaum hawa. Buatnya hal yang paling membahagiakan adalah ketika pasiennya berhasil hamil.

Dr. Caroline berasal dari keluarga sederhana dan senang mempelajari tentang penyakit. Didorong oleh ketertarikan mempelajari berbagai macam penyakit dan keinginan kuat untuk dapat menyembuhkan orang sakit maka sedari kecil ia sudah bercita-cita ingin menjadi dokter yg dapat mengabdikan ilmunya untuk orang-orang yang membutuhkan.

Prestasinya dalam bidang akademik sangat cemerlang. Ia berhasil mendapat peringkat teratas mulai dari SD hingga SMA. Tidak hanya itu, bahkan ketika lulus S1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ia berhasil meraih predikat Cum Laude.

Setelah lulus, ia mengambil S2 Spesialis Kebidanan & Kandungan di FKUI - RSCM Jakarta dan kembali lulus dengan predikat Lulusan Terbaik di angkatannya.. Dan ketika lulus dari S3 Subspesialis Fertility & Hormon Reproduksi FKUI- RSCM Jakarta pada Januari 2011, ia berpredikat sebagai Konsultan Fertility perempuan pertama di Jakarta dari FKUI-RSCM. Ia juga sempat mengenyam pendidikan diploma dalam Bedah Laparoskopi (minimal invasive surgery) di Universitas Schleswig - Holstein, Kiel, Jerman. Lagi-lagi, ia lulus dengan predikat terbaik.

Ada alasan kenapa Dokter yang ramah ini memilih bidang Fertility & Endokrinologi Reproduksi. "Saya suka dengan ilmunya. Lagipula Konsultan Fertility wanita saat itu belum ada di Jakarta".

Dr. Caroline yang melakukan Inseminasi dan menangani kelahiran bayi kembar tiga hasil program Inseminasi di RS Omni Pulomas, ternyata juga memiliki anak kembar yang berbeda jenis kelamin yang disebabkan karena faktor keturunan. Kedua anaknya kini hampir menginjak usia 7 tahun.

"Adik kandung ibu saya kembar identik," papar istri dari Dr. Martasono ini ketika ditemui Liputan6.com seperti ditulis Rabu (27/3/2013).

Dokter yang hobi main piano, baca buku, traveling dan nonton film inspiratif ini mengungkapkan rahasianya untuk bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga meski sibuk.

"Saya hanya praktik full di satu rumah sakit saja, Omni Hospital Pulomas. Rumah saya di seberangnya Rumah Sakit. Jadi pagi sebelum berangkat, saya masih sempat antar anak-anak ke sekolah. Saat siang, anak-anak pulang sekolah, saya juga sudah pulang. Lalu, saya praktik lagi sorenya sampai jam tujuh malam. Nah, saya masih bisa mengajari dan mengawasi anak-anak belajar," tambahnya.

"Jadi, pasien-pasien saya bisa terurus dengan baik, begitu pula keluarga," ujar Dokter yang berprinsip selalu melakukan yang terbaik dalam setiap hal.

Selama menjadi Dokter, hal yang paling membahagiakan adalah ketika pasiennya berhasil hamil dan melahirkan bayi sehat. Terutama pada kasus bayi kembar tiga yang lahir 19 Maret 2013. Dan yang membuatnya sedih kalau usaha kehamilan yang dilakukan tidak berhasil.

Tidak jarang Dokter yang lahir pada 22 Desember ini menghadapi kesulitan selama menjalani profesinya itu, meski pada akhirnya bisa teratasi.

"Banyak kesulitan yang dihadapi, terutama untuk pasien usia 40 tahun ke atas yang menginginkan kehamilan. Karena pada umur di atas 40-an tahun, kesuburan wanita sudah mulai menurun dan persentase keberhasilan program hamil juga kecil. Tapi, tidak menutup kemungkinan pada usia itu ada juga yang berhasil hamil," tutupnya.