• Home
  • Articles
  • Faktor Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Kesehatan Umum Pasien
Faktor Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Kesehatan Umum Pasien

Faktor Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Kesehatan Umum Pasien

EFEK-KEBERSIHAN-GIGI-DAN-MULUT-TERHADAP-KESEHATAN-UMUM-PASIEN-01

Tahukah Anda bahwa kesehatan Gigi dan Mulut Anda merupakan cerminan terhadap kesehatan Anda secara umum atau dengan kata lain permasalahan di dalam rongga mulut Anda sangat memengaruhi Kesehatan tubuh Anda? Oleh karena itu lindungi diri Anda dengan mempelajari lebih lanjut tentang hubungan antara kesehatan rongga mulut dengan kesehatan umum Anda. Menurut Profesor Saymour dari Sir John Walsh Research Institute, Universitas Otago, New Zeland menyatakan bahwa “Anda tidak dapat memiliki kesehatan umum yang baik tanpa memiliki Kesehatan rongga mulut yang baik, Karena rongga mulut adalah bagian dari tubuh Anda”.

Teori mengenai hubungan antara Kesehatan rongga mulut terhadap Kesehatan umum pertama kali dinyatakan oleh ilmuan yang bernama Wiliam Hunter pada tahun 1911 yaitu teori yang disebut “focal infection”.1  Menurut data dari Human Oral Microbiome database (HOMD) Terdapat lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang terdapat di dalam rongga mulut kita. Data spesies mikroorganisme ini diambil dari dalam rongga mulut pasien yang sehat maupun pada kondisi dengan keadaan infeksi, seperti lubang gigi (caries), infeksi jaringan penyangga gigi (infeksi Periodontal), infeksi saluran akar gigi (infeksi endodontik) dan kanker mulut.2 Menurut beberapa penelitian ada sekitar 100 penyakit sistemik dan 500 jenis obat yang memiliki hubungan dengan keadaan rongga mulut Kita.3 Berikut adalah beberapa infeksi umum (sistemik) yang diberasal dari infeksi rongga mulut;

Penyakit Kardiovaskular (Jantung)

Peradangan jaringan penyangga gigi (periodontitis)memiliki faktor resiko penyebab jantung koroner.5 Hasil penelitian juga menyatakan bahwa periodontitis sangat berkaitan dengan penyebab penyakit cerebrovascular (stroke) dan penyakit kardiovaskuler lainnya.6 setiap tahunnya penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi yang terjadi di Amerika serikat yaitu sebesar 32-50%. Penyebab penyakit kardiovaskular umumnya dikaitkan dengan keadaan umum seperti kadar kolesterol yang tinggi, hipertensi, diabetes dan merokok. Faktor lain yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular adalah adanya inflamasi (peradangan) kronis, infeksi metastatik dan cedera pembuluh darah akibat endotoksin yang dihasilkan oleh bakteri didalam rongga mulut.7 Mekanisme tersebut disebabkan karena pada pasien dengan periodontitis atau dengan tingkat kebersihan mulut yang rendah dapat menyebabkan keadaan yang disebut sebagai bakterimia (bekteri di dalam darah, khususnya bakteri Streptococcus viridans). Bekterimia dapat menyebabkan peradangan kronik di dalam pembuluh darah yang memicu timbulnya beberapa respon biomolekuler didalam tubuh seperti respon sitokin proinflamatori seperti, protein C-Reaktif, TNFa (Tumor necrosis factor a), Interleukin 1b dan Interleukin 6. Beberapa respon tersebut dapat menyebabkan aterogenesis (kelainan dinding pembuluh darah akibat luka) yang dapat berakibat terjadinya penumpukan plak (thrombus) pada permukaan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi terhambat sehingga meningkatkan resiko terjadinya stroke dan serangan jantung (akibat iskemia).8

Penyakit Paru-paru (Pneumonia)

Salah satu penyakit paru-paru adalah Pneumonia. Pneumonia adalah penyakit radang paru-paru yang dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus dan parasit.9 Rongga mulut merupakan tempat masuknya bakteri kedalam paru-paru melalui trakea, agrerasi berbagai macam jenis bakteri dapat membentuk plak pada saluran pernafasan seperti, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Porphyromonas gingivalis dan Agregibacter actinomycetemcomitans.10 Bakteri rongga mulut dapat mengeluarkan beberapa jenis enzim yang dapat membantu perlekatan pada permukaan lapisan mukosa saluran pernafasan. Sehingga akan membuat jalur saluran pernafasan menjadi terhambat.11 Beberapa penelitian menyatakan bahwa pada perawatan intubasi endotrakeal meningkatkan resiko infeksi bekteri melalui jalur rongga mulut ke daerah pernafasan bagian atas. pasien dengan perawatan menggunakan ventilator ini akan meningkatkan resiko kematian jika memiiliki kondisi kebersihan rongga mulut yang buruk.12   

Penyakit Ginjal

Infeksi ginjal yag disebabkan karena bakteri yang berasal dari rongga mulut adalah Glomerular Nephropathies. Infeksi ginjal tersebut disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang berasal dari abses dari infeksi gigi dan infeksi kronis jaringan penyangga gigi (periodontitis). Infeksi ginjal ini juga dapat terjadi karena hasil produk antibodi tipe IgA yang berlebihan yang berasal dari sistem imun akibat abses kronis tersebut. Antibodi tipe IgA berlebih tersebut masuk kedalam sirkulasi pembuluh darah dan menempel pada glomerulus yang selanjutnya dapat merusak fungsi ginjal, keadaan ini diesebut sebagai IgA Nephropati.13

Penyakit Pencernaan (Gastrointestinal/GI)

Rongga mulut merupakan jalur pertama proses penghancuran makanan didalam tubuh sebelum masuk kedalam sistem pencernaan. Penyakit pencernaan umumnya selalu dikaitkan dengan infeksi yang berasal dari rongga mulut. Bakteri penyebab penyakit saluran pencernaan seperti gastritis kronis, peptic ulcer, duodenal ulcer, tumor lambung, dan limfoma adalah Helitobacter pylori. H. Pylori merupakan bakteri yang dapat ditemukan di plak gigi dan air liur (saliva).14

Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)

Radang sendi merupakaan peradangan pada membran sinovial pada sendi yang dapat mengganggu fungsi kerja dari sendi. Secara umum radang sendi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti autoimun, hormone, makanan, infeksi, rokok dan interaksi antigen dan antibodi. Peradangan jaringan penyangga gigi dapat memicu munculnya respon peradangan dari sistem imun (limfosit T dan B, netrofil dan monosit) dengan mengeluarkan produk berupa sitokin yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan sendi.15 Beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat DNA bakteri rongga mulut pada sampel serum dan cairan sinovial pada pasien radang sendi. Bakteri tersebut antara lain P. gingivalis, P. intermedia, B. forsythus.16

Kelainan pada kasus kehamilan

Kasus persalinan yang paling banyak terjadi adalah bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Periodontitis merupaka faktor resiko yang dapat menyebabkan kelainan pada kasus kehamiilan seperti BBLBR. Hal ini disebabkan karena adanya penyebaran bakteri, penyebaran produk respon peradangan, respon imunitas janin dan ibu (feto-maternal) terhadap bakteri rongga mulut. Penyebaran bakteri berawal dari sirkulasi darah (bakterimia) lalu masuk ke cairan ketuban (amnion) dan menginfeksi membran plasenta  (chorioamniotik).17 Beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan peradangan tersebut antara lain, Bergeyella, Eikenella, F. nucleatum dan P. gingivalis.18 Selain itu bakteri tersebut dapat menginfeksi rahim ibu (uterus) sehingga menyebabkan peradangan yang memicu timbulnya produk sitokin atau proses sintesis metalloprotease juga mengaktivasi netrofil yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.19  

Kesimpulan

Penyebaran Infeksi yang disebabkan oleh bakteri rongga mulut ke berbagai macam organ di dalam tubuh melalui pembuluh darah (bakterimia) merupakan hal yang tidak boleh diremehkan. Dari beberapa data penelitian diatas menyatakan bahwa bakteri rongga mulut merupakan faktor resiko terjadinya kelainan pada sistem fungsi tubuh kita. Oleh karena itu perlu diingat bahwa menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut merupakan hal yang paling penting dalam menjaga Kesehatan umum secara keseluruhan. 

Referensi :

  1. Newman, H.N. Focal infection. J. Dent. Res. 1996, 75, 1912–1919.
  2. http://www.homd.org/?name=HOMD
  3. Chapple IL. The impact of oral disease upon systemic health–symposium overview. J Dent. 2009;37(8):S568-S571.
  4. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5960472/figure/Fig2/)
  5. Humphrey LL, Fu R, Buckley DI, Freeman M, Helfand M. Periodontal disease and coronary heart disease incidence: A systematic review and meta-analysis. J Gen Intern Med. 2008;23:2079–86. 
  6. Sanz M, D’Aiuto F, Deanfield J, Fernandez-Avilés F. European workshop in periodontal health and cardiovascular disease-scientific evidence on the association between periodontal and cardiovascular diseases: A review of the literature. Eur Heart J Suppl. 2010;12(Suppl B):B3–12.
  7. Joshipura KJ, Rimm EB, Douglass CW, Trichopoulos D, Ascherio A, Willett WC. Poor oral health and coronary heart disease. J Dent Res. 1996;75(9):1631-1636.
  8. Amar S, Han X. The impact of periodontal infection on systemic diseases. Med Sci Monit. 2003;9(12):RA291-RA299.
  9. Deo V, Bhongade ML, Ansari S, Chavan RS. Periodontitis as a potential risk factor for chronic obstructive pulmonary disease: A retrospective study. Indian J Dent Res 2009;20:466-70
  10. Didilescu AC, Skaug N, Marica C, Didilescu C. Respiratory pathogens in dental plaque of hospitalized patients with chronic lung diseases. Clin Oral Investig 2005;9:141-7.
  11. Raghavendran K, Mylotte JM, Scannapieco FA. Nursing home-associated pneumonia, hospital-acquired pneumonia and ventilator-associated pneumonia: The contribution of dental biofilms and periodontal inflammation. Periodontol 2000 2007;44:164-77.
  12. Munro CL, Grap MJ, Elswick RK Jr, McKinney J, Sessler  CN, Hummel RS 3rd. Oral health status and development of ventilator-associated pneumonia: A descriptive study. Am J Crit Care 2006;15:453-60.
  13. Nagasawa Y, Iio K, Fukuda S, Date Y, Iwatani H, Yamamoto R, et  al. Periodontal disease bacteria specific to tonsil in IgA nephropathy patients predicts the remission by the treatment. PLoS One 2014;9:e81636.
  14. Anand PS, Nandakumar K, Shenoy KT. Are dental plaque, poor oral hygiene, and periodontal disease associated with Helicobacter pylori infection? J Periodontol 2006;77:692-8.
  15. Miossec P, Farge P, Gaudin P, Alexandre C, Mougin B, Miossec P. The association between periodontal disease and joint destruction in rheumatoid arthritis extends the link between the HLA-DR shared epitope and severity of bone destruction. Ann Rheum Dis 2006;65:905-9
  16. Moen K, Brun JG, Valen M, Skartveit L, Eribe EK, Olsen I, et al. Synovial inflammation in active rheumatoid arthritis and psoriatic arthritis facilitates trapping of a variety of oral bacterial DNAs. Clin Exp Rheumatol 2006;24:656-63.
  17. Pretorius C, Jagatt A, Lamont RF. The relationship between periodontal disease, bacterial vaginosis, and preterm birth. J Perinat Med 2007;35:93-9
  18. Barak S, Oettinger-Barak O, Machtei EE, Sprecher H, Ohel G. Evidence of periopathogenic microorganisms in placentas of women with preeclampsia. J Periodontol 2007;78:670-6
  19. Fardini Y, Chung P, Dumm R, Joshi N, Han YW. Transmission of diverse oral bacteria to murine placenta: Evidence for the oral microbiome as a potential source of intrauterine infection. Infect Immun 2010;78:1789-96.

3x4-cm-01

Artikel ditulis olhe DR. drg. Ciptadhi Tri Oka B, M.Kes, Dokter Gigi di OMNI Hospital Pekayon.

Pendidikan & Pelatihan DR. drg. Ciptadhi Tri Oka B, M.Kes :

  • S1 Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta, 2000 - 2006
  • S2 Biomedik Oral Magister Kesehatan Universitas Trisakti, Jakarta, 2008 - 2010
  • S3 Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta, 2015 - sekarang.

Jadwal praktek :

Selasa & Sabtu   : Pk. 17.00 - 21.00 WIB