• Home
  • Articles
  • Sayangi Paru Dan Jantung Anda melalui Deteksi Dini Low-Dose CT Scan
Sayangi Paru Dan Jantung Anda melalui Deteksi Dini Low-Dose CT Scan

Sayangi Paru Dan Jantung Anda melalui Deteksi Dini Low-Dose CT Scan

Kanker paru terjadi ketika sel-sel normal di paru berubah menjadi sel – sel abnormal yang tumbuh tidak terkendali. Kanker paru merupakan penyebab utama keganasan di dunia. Berdasarkan data WHO, kanker paru di Indonesia merupakan jenis kanker terbanyak pada laki-laki dan terbanyak kelima untuk semua jenis kanker pada perempuan. Kanker paru juga merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak pada laki-laki dan kedua terbanyak pada perempuan.

Faktor resiko kanker paru yang utama adalah merokok termasuk merokok pasif. Faktor-faktor lain yaitu kerentanan genetik, polusi udara, pajanan radon, pajanan industri yaitu bagi mereka yang bekerja di industri yang menggunakan bahan-bahan kimia karsinogenik seperti asbestos, silika, dan lain-lain. Selain itu juga adanya riwayat kanker pada pasien atau keluarga pasien, dan riwayat penyakit paru seperti PPOK atau fibrosis paru.

Beberapa gejala yang timbul dapat berupa batuk, sesak napas, meludah atau batuk berdarah, rasa nyeri dada yang dapat terasa tajam, tumpul atau seperti di tikam, suara serak, sakit kepala dan pembengkakan didaerah wajah, lengan atau leher. Bila sel-sel kanker tumbuh dibagian atas paru dapat menimbulkan gejala nyeri di lengan, bahu dan leher, kelopak mata menutup atau penglihatan buram, serta kelemahan di otot-otot tangan. Gejala kanker paru tidak khas karena gejala-gejala tersebut dapat disebabkan oleh kondisi lain selain kanker paru, sehingga apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut beritahu dokter Anda!

Apabila Anda termasuk dalam kelompok faktor-faktor resiko tersebut, dan dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik oleh dokter mendukung kecurigaan adanya keganasan pada paru-paru, maka deteksi dini kanker paru dapat dilakukan menggunakan low-dose CT Scan (LDCT). Berdasarkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Kanker Paru yang dipublikasikan oleh Kementrian Kesehatan RI pemeriksaan LDCT direkomendasikan bagi pasien yang memenuhi kriteria kelompok resiko tinggi yaitu pasien berusia lebih dari 40 tahun dengan riwayat merokok 30 tahun atau lebih dan berhenti merokok dalam kurun waktu 15 tahun sebelum pemeriksaan, atau pasien berusia 50 tahun atau lebih dengan riwayat merokok 20 tahun atau lebih dan adanya minimal satu faktor risiko lainnya.

Apabila Dokter dan Anda memutuskan bahwa deteksi dini menggunakan LDCT adalah pilihan yang tepat bagi Anda, maka pemeriksaan LDCT dilakukan setahun sekali jika hasil pemindaian Anda tetap normal. Pemeriksaan deteksi dini ini dapat dihentikan saat anda berusia diatas 80 tahun atau setelah Anda berhenti merokok lebih dari 15 tahun, atau memiliki komorbiditas berat lainnya.

Kelebihan pemeriksaan deteksi dini kanker paru menggunakan low-dose CT Scan ini adalah deteksi dini lebih sensitif dibandingkan dengan pemeriksaan rontgen paru biasa untuk jenis tumor paru yang kecil dan stadium awal, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit, bukan merupakan tindakan invasif, tidak menggunakan kontras dan dosis radiasi yang rendah yaitu sepertiga standar dosis pemeriksaan CT Scan paru untuk diagnostik. Selain itu pemeriksaan menggunakan LDCT ini dapat menilai salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner yaitu penilaian Coronary Artery Calcium Score.

Dengan menilai Coronary Artery Calcium Score dapat diketahui kemungkinan adanya penyempitan pembuluh darah jantung, namun yang terlihat bukanlah keparahan penyempitan melainkan tingkat aterosklerosis yaitu peradangan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak di dinding pembuluh darah arteri. Apabila didapatkan peningkatan nilai Coronary Artery Calcium Score, dianjurkan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis jantung.

Sayangi Paru dan Jantung Anda! Deteksi dini menggunakan Low-Dose CT Scan melibatkan beberapa multidisplin ilmu kedokteran mulai dari dokter spesialis paru, spesialis radiologi, spesialis penyakit dalam dan berbagai spesialisasi lainnya. Untuk itu OMNI Hospitals dengan layanan Center of Excellence termasuk layanan Onkologi berupaya memberikan penanganan yang menyeluruh bagi pasien mulai dari deteksi dini, pencegahan hingga penatalaksanaan penderita kanker. 

 

Narasumber :

Pulomas Dr. Arief Riadi Arifin

dr. Arief Riadi Arifin, Sp.P

Dokter Spesialis Paru OMNI Hospitals Pulomas 

Jadwal Praktek Dokter

Senin                           :  09.00 - 11.00 WIB

Selasa & Kamis           :  09.00-12.00 WIB

Jumat                           :  09.00-11.00 WIB (Appt)

Sabtu                           :  10.00-11.00 WIB