11.09.2014 :. News
Rayakan 42 Tahun, OMNI Hospital Gelar Soft Launching Chemo Center
Jakarta, 9 September 2014 - Jumlah penderita penyakit kanker diIndonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Merujuk data Riskesdas 2013, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 1,4 jiwa per 1000 penduduk, dengan prevalensi tertinggi menyerang jenis kelamin perempuan. Untuk membantu pengobatan penderita penyakit kanker, bersamaan dengan peringatan hari jadike-42 yang jatuh pada tanggal 09 September 2014, Omni Hospital Pulomas meresmikan fasilitas Chemo Center. Menurut Direktur Omni Hospital Pulomas dr.Maria Theresia Yulita MARS, fasilitas Chemo Center terbaru ini menjamin patient safety dengan layanan komprehensif, mulai dari diagnosa, konsultasi hingga tindakan, yang terintegrasi dalam satu fasilitas. ''Chemo Center ini memiliki drug mixing room yang sangat steril,kedap suara serta menggunakan sistem interlock, sehingga menjamin keakurasian, sterilitas dan kualitas saat pencampuran obat untuk pasien kanker,'' jelas Maria. Dalam tindakan pemberian kemoterapi perlu diperhatikan prinsip 6 benar, yaitu benar pasien, benar rute, benar dosis, benar obat, benar waktu, dan dokumentasi. Dalam pemberian obat,baik pre-medikasi, obat kemoterapi, dan post-medikasi harus sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Sangat diperlukan pelaksanaan kemoterapi yang aman dansesuai prosedur mengingat efek samping yang dapat timbul dalam pelaksanaan kemoterapi berlaku bagi pasien, petugas kesehatan, dan lingkungan di sekitarnya.
Kelebihan Chemo Center ini adalah adanya kesempatan pasien untuk memperoleh second opinion dari Top Role Model Doctorsdi Jepang, yang telah bekerja sama dengan Omni Hospitals antara lain: 1. Dr. Toshihiko Sato ( Radiology ) President of Noguchi International Diagnostic Clinic 2. Dr. Joji Yamamoto ( Oncology ) President of Kamagaya General Hospital 3. Dr. Hidemi Furusawa ( Oncology ) Director, Breastopia Namba Hospital Semua informasi medis pasien dikirim melalui teleradiologi, sehingga dokter kanker di Jepang, dapat menganalisa kondisi pasien serta memberikan rekomendasi teknik pengobatan secara cepat dan tepat. Hasil second opinion dapat diberitahukan kepada pasien setelah lima hari kerja dari pengiriman data. Sedangkan nama-nama dokter ahli dari Omni Hospitals antara lain: 1. dr. Henry Naland, Sp.B (K) Onk 2. Prof. DR. dr. Faisal Yunus, Sp.P (K), FCCP 3. dr. Fajar Firsyada, Sp.B-KBD 4. dr. Boy Busmar, Sp.OG (K) Onk 5. dr. Anky Tri Rini, Sp.A (K) 6. dr. Femiko M.N Sitohang, Sp.PD 7. dr. Abidin Widjanarko, Sp.PD, KHOM 8. dr. Pramlin Gunawan, Sp.Rad 9. dr. Tommy Laksmana, Sp.Rad 10. dr. Meilana Saraswati, Sp.PA Kriteria pasien yang mendapat kesempatan untuk second opinion, adalah pasien yang sudah lama terdiagnosa kanker maupun yang baru, yang sesuai dengan kriteria Omni Hospitals. Semua fasilitas baru dan canggih tersebut merupakan wujud komitmen Omni Hospitals untuk membantu pemerintah dalam menangani pengobatan penderita penyakit kanker diIndonesia.
---------------------------------------------------------------------------
|