Mengenal lebih dekat mengenai Urologi

Mengenal lebih dekat mengenai Urologi

Urologi pada awalnya merupakan salah satu disiplin ilmu bedah yang sudah terpisah dari bedah umum. Namun kemudian berdiri sendiri sebagai salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari traktus urogenitalia pria dan traktus urinarius wanita. Kelainan urologi dapat mencapai sepertiga dari kasus bedah yang masuk ke rumah sakit. Saat ini Urologi memiliki beberapa subspesialis yakni :

Kelainan urodinamik : Subspesialisasi ini mempelajari gangguan aliran urin seperti obstruksi aliran keluar urine dari buli-buli akibat hipertrofi prostat (menncapai seperitiga kasus urologi), penanganan pasien dengan inkontinesia urin, dan kelainan urodinamik lain akibat gangguan neurologis.

Onkologi : Subspesialisai ini mempelajari keganasan pada traktus urogenitalia antara lain tumor buli-buli dan kanker prostat. Hematuria merupakan salah satu ciri khas kelainan ini. Setiap hematuria harus dicurigai adanya keganasan sampai terbukti sebaliknya. Semua urolog bisa menangani kasus seperti ini, namun untuk kasus yang kompleks biasanya dibutuhkan kerjasama dengan pusat kanker.

Penyakit batu : Perkembangan penanganan batu pada saluran kemih makin canggih. Berbagai teknik yang high-tech dan mahal telah digunakan untuk menangani kasus seperti ini.

Rekonstruksi : Urologi rekonstruksi menangani kasus malformasi kongenital, striktur uretra kompleks, neobladder (pembuatan buli-buli baru) untuk pasien yang telah di sistektomi  (pengankatan buli atau kelainan ongenital, ect.

Urologi pediatrik : Berkonsentrasi pada penanganan malformasi kongenital seperti hipospadia, vesikoureter refluks, obstruksi pada percabangan pelviureter, keganasan urologi pada bayi dan anak2 seperti Wilm’s Tumor dan rhabdomiosarkoma buli-buli. Saat ini sudah bisa dilakukan diagnosis kondiri urologis secara in utero sebelum bayi lahir.

Andrologi : Bagian ini menyangkut ilmu “ke-lelaki-an” atau kejantanan pria dan andropause (kelainan yang berhubungan dengan penurunan kadar testosteron lelaki). Misalnya impotensi, disfungsi ereksi, infertilitas, terapi sulih hormon bagi pria, dll.

Urologi kadang overlap dengan spesialisasi lain. Misalnya untuk kasus infeksi saluran kemih bisa ditangani oleh ahli nefrologi (interna), urolog, bahkan oleh dokter umum sekalipun.  Seorang urolog memiliki keahlian dalam penanganan kasus inkontinesia urin baik pada pria maupun wanita, namun ternyata dalam spesialisasi obstetri dan ginekologi ada juga uroginekolog yang juga menangani inkontinesia pada wanita.

 

 

 

Dr. Johan R. Wibowo

Dr. Johan R. Wibowo

Sp.U | Doctor

READ MORE