Frozen Shoulder, Nyeri Bahu yang Mencekam

Frozen Shoulder, Nyeri Bahu yang Mencekam

Menjalani hari dengan nyeri di area bahu dapat mengganggu aktivitas, kualitas hidup dan tidur seseorang. Pada penyakit frozen shoulder, penderitanya akan merasakan nyeri dan kekakuan pada sendi bahu. Jika tidak ditangani dengan tepat, disabilitas yang disebabkan penyakit ini dapat menjadi semakin berat. Untungnya penyakit ini masih dapat sembuh sendiri, walaupun, membutuhkan waktu yang sangat lama dan kegigihan berlatih.

Mengenal Sendi Bahu

Sendi bahu merupakan struktur sendi kompleks yang juga terdiri atas sekumpulan struktur tulang, kapsul serta serangkaian otot dan urat yang menyelimutinya. Semua struktur ini saling mendukung satu sama lain untuk memungkinkan sendi bahu seseorang tetap pada tempatnya dan melakukan berbagai macam gerakan bahu. Sendi bahu memiliki ruang lingkup gerak yang paling luas dibandingkan dengan sendi-sendi lainnya di tubuh manusia.

Penyebab Frozen Shoulder

Kelainan yang mendasari frozen shoulder adalah proses inflamasi (radang) pada struktur kapsul sendi bahu. Penyebab persisnya belum diketahui, namun sering berkaitan erat dengan kasus cidera atau trauma, penggunaan/bekerja secara berlebihan, atau imobilisasi berkepanjangan akibat cidera, operasi, atau stroke, atau karena penyakit lain seperti diabetes, penyakit jantung, kelainan tiroid, dan Parkinson. Inflamasi ini kemudian menyebabkan nyeri dan membatasi lingkup gerak sendi bahu. Kelompok usia yang sering terkena umumnya antara 40-60 tahun, dan lebih sering terjadi pada kaum wanita ketimbang laki-laki.

Tahapan Pembekuan

Penyakit ini terdiri dari beberapa fase, dan setiap fase memiliki lini waktunya masing-masing. Fase freezing adalah fase awal dimana Anda mulai merasakan nyeri bahu. Nyeri ini dapat memberat seiring dengan waktu, terutama malam hari. Lingkup gerak bahu Anda mulai terbatas terutama karena nyeri. Fase ini dapat berlangung antara 6 minggu hingga 9 bulan. Fase yang kedua adalah fase frozen. Di fase ini nyeri bahu mulai berkurang, namun kekakuan sendi semakin bertambah. Lama fase ini bervariasi antara 4-12 bulan. Jika lingkup gerak sendi bahu sudah mulai pemulihan, tandanya dimulai fase thawing. Akan tetapi, fase ini dapat berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun.

Konsultasikan Dengan Dokter

Pada saat berkonsultasi, dokter akan mengevaluasi lingkup gerak sendi bahu Anda. Dokter akan meminta Anda untuk menggerakkan sendi bahu secara mandiri/aktif, lalu kemudian dokter akan memeriksa lingkup gerak pasif dengan menggerakkan sendi bahu Anda. Setelah pemeriksaan fisik mendalam, dokter mungkin akan memeriksakan pemeriksaan penunjang seperti x-ray, ultrasound, atau MRI untuk menentukan penyebab pasti dari nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu Anda.

Melawan Bahu yang Beku

Tujuan terapi utama dari frozen shoulder adalah meredakan nyeri, inflamasi, dan meningkatkan lingkup gerak sendi bahu. Anda mungkin akan diresepkan obat untuk meredakan nyeri dan inflamasi, atau bahkan suntikan ke sendi bahu. Kompres es pada bahu selama 10-15 menit beberapa kali sehari juga dapat membantu meredakan nyeri. Akan tetapi, kunci utama dari terapi ini adalah terapi fisik. Fase awal ditujukan untuk meregangkan kapsul sendi, diikuti dengan fase berikutnya untuk memperkuat otot-otot sekitar sendi bahu. Latihan terapi fisik pun tidak hanya dilakukan pada saat sesi bersama fisioterapis, namun juga perlu dilakukan setiap hari di rumah.

Selama dalam masa terapi, hindari aktivitas mengangkat lengan keatas, memutar lengan, atau bahkan menjinjing barang yang berat. Operasi dapat dilakukan dengan melepaskan perlengketan pada struktur kapsul, membersihkan struktur yang terinflamasi, atau merekonstruksi struktur tertentu. Tindakan operasi ini biasanya dilakukan dengan alat artroskopi yang bersifat minimal invasive, alias operasi dengan luka sayatan yang minimal (key hole surgery). Sekitar 90% kasus frozen shoulderdapat pulih dengan konservatif tanpa operasi. Akan tetapi membutuhkan waktu yang bervariasi, antara beberapa bulan hingga 2-3 tahun. Pastikan Anda berkonsultasi dan kontrol berkala dengan dokter agar proses kemajuan penyakit dan latihan Anda terevaluasi, dan menentukan terapi yang tepat untuk Anda.

Pulomas dr. Aldo Fransiskus Marsetio

Artikel ditulis oleh dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT, Dokter Spesialis Orthopedi & traumatologi di OMNI Hospital Pulomas.

Pendidikan & Pelatihan dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, SpOT :

  • The University of Melbourne
  • Faculty of Medicine, Dentistry and Health Sciences (Bachelor of Medical Science)
  • Universitas Indonesia – Faculty of Medicine, International Class (General Practitioner) Universitas Indonesia – Faculty of Medicine (Orthopaedic and Traumatology)
  • Chiang Mai University (Fellowship on General Orthopaedic)

Jadwal praktek :

Senin, Selasa & Kamis : Pk. 18.00 - 20.00 WIB