• Home
  • Articles
  • BOLEHKAH PENYINTAS PENYAKIT KARDIOVASKULAR MENDAPATKAN VAKSIN ?
BOLEHKAH PENYINTAS PENYAKIT KARDIOVASKULAR MENDAPATKAN VAKSIN ?

BOLEHKAH PENYINTAS PENYAKIT KARDIOVASKULAR MENDAPATKAN VAKSIN ?

Seperti yang kita ketahui, tujuan dari vaksin dalam hal ini, COVID-19 adalah untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga diharapkan dapat memutus transmisi penyakit dan menekan jumlah kasus COVID-19 pada populasi Indonesia. Sampai dengan sekarang, belum terdapat bukti secara ilmiah yang jelas bahwa penggunaan obat-obatan jantung dan pembuluh darah dapat berpengaruh pada efektivitas vaksin tersebut. Pasien jantung yang mengkonsumsi obat-obatan rutin diharapkan tetap melanjutkan pengobatan rutinnya saat dan setelah divaksinasi., termasuk didalamnya obat kolesterol (misalkan golongan statin), darah tinggi dan pengencer darah.   

Ada beberapa kondisi tertentu yang membutuhkan pertimbangan khusus sebelum vaksinasi antara lain; penyakit kardiovaskular yang masih bergejala (tidak stabil) dalam 3 bulan terakhir. Populasi ini diharapkan menunggu sampai data keamanan dalam uji klinik lebih lanjut sudah tersedia lengkap. Gejala tidak stabil yang dimaksud adalah: sesak nafas, angina (nyeri / rasa tidak nyaman di dada), mudah capek, keterbatasan aktifitas, berdebar-debar, kaki bengkak, dan penurunan kesadaran. Bilamana dibutuhkan penilaian khusus, atau merasa ragu-ragu, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah anda untuk evaluasi pre-vaksin dan mendapatkan surat layak vaksin. Jangan lupa evaluasi setelah pemberian vaksin untuk menilai efek samping / KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), sehingga diharapkan observasi dahulu sebelum pulang.

Secara khusus, para penderita penyakit gagal jantung kronis stabil atau tanpa gejala dalam 3 bulan terakhir, penderita hipertensi tanpa gejala dengan tekanan darah terkontrol (kurang dari 140/90 mmHg), dan Individu dengan penyakit jantung koroner yang sudah dilakukan prosedur revaskularisasi komplit (pemasangan stent/PCI ataupun operasi by-pass/CABG) asimptomatik layak dipertimbangkan untuk pemberian vaksinasi COVID-19.

Daftar Pustaka:

1.     Prof Tan Huay Cheem, Should Heart Patients take the COVID-19 vaccine? Singapore Heart Foundation; www.myheart.org.sg

2.     Jamie SY Ho, Paul A. Tambyah, Ching Hui Sia; A Call for Vaccine against COVID-19: Implication for Cardiovascular Morbidity and Healthcare Utilization; Cardiovasc Drug Ther. 2020 May 8:1-3

3.     Rekomendasi Vaksinasi COVID-19 pada Penyakit Kardiovaskular, Indonesian Heart Association (PERKI), 15 Jan 2021.

Artikel ditulis oleh dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FSCAI, FESC, FAPSC (Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi OMNI Hospital Alam Sutera)

Pendidikan & Pelatihan dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FSCAI, FESC, FAPSC :

  • Advanced Interventional Cardiology Fellowship Program, People’s Liberation Army General Hospital, PLA Medical School, Beijing, China

  • Permanent Pacemaker Implanter Training Program (IICP), National Cardiac Center Harapan Kita Hospital, INA-HRS, Jakarta

  • Interventional Cardiology Training Program, Tam Duc’ Cardiology Hospital, Ho Chi Minh City, Vietnam

  • Basic Interventional Cardiology Fellowship Program, National Cardiovascular Center of People Hospital, Peking University, China

  • Post Graduate from University of Indonesia majoring in Cardiology and Vascular Medicine

  • Graduate from Faculty of Medicine University of Indonesia

    Jadwal Praktek :

    Senin & Rabu    : Pk. 16.00 - 18.00 WIB

    Sabtu                 : Pk. 13.00 - 14.00 WIB (P)