• Home
  • Articles
  • Jaga Kesehatan Telinga Anda, Jangan Mengoreknya!
Jaga Kesehatan Telinga Anda, Jangan Mengoreknya!

Jaga Kesehatan Telinga Anda, Jangan Mengoreknya!

Banyak orang memiliki kebiasaan mengorek telinga. Ada orang yang mengorek telinga dengan cotton bud, alat pengorek telinga, maupun benda-benda tajam seperti peniti dan jarum. Bahkan, saat ini banyak toko-toko non medis ikut menjual alat untuk membersihkan telinga secara bebas sehingga masyarakat banyak mencoba sendiri mengorek dan membersihkan telinga. Hal tersebut merupakan kebiasaan buruk yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Kebiasaan mengorek telinga mereka lakukan dengan berbagai macam alasan, antara lain agar telinga bersih, mengurangi rasa gatal, ataupun hanya iseng-iseng saja karena sudah menjadi kebiasaan. Padahal, pada umumnya telinga dapat bersih dengan sendirinya tanpa harus mengoreknya.

Pada saat kita mengunyah makanan, maka gerakan mengunyah tersebut dapat membuat kotoran telinga bergerak ke arah luar telinga. Kebiasaan mengorek telinga justru dapat menimbulkan keluhan baru mulai keluhan ringan sampai lebih serius. Mengorek telinga dapat berbahaya karena dapat membuat kotoran telinga semakin terdorong ke dalam, menyebabkan luka, perdarahan telinga, infeksi telinga, bahkan robeknya gendang telinga.Kotoran telinga itu sendiri atau biasa disebut serumen adalah zat yang dihasilkan oleh telinga bagian luar. Kotoran telinga sebenarnya memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk melindungi telinga dari debu dan benda asing, serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri di dalamsaluran telinga sehingga tidak terjadi infeksi. Namun, pada beberapa orang, memang kotoran telinga dapat menumpuk dan menyebabkan keluhan dan bisa mengganggu. Keluhan dapat berupa telinga terasa tersumbat, berdengung, rasa nyeri, hingga turunnya pendengaran.Jangan ragu untuk mengunjungi dokter THT untuk pemeriksaan rutin telinga. Waktu yang dianjurkan untuk kontrol ke dokter THT sebaiknya 6 bulan sekali. Namun, bila sebelum 6 bulan sudah merasa tidak nyaman atau timbul keluhan sebaiknya sesegera mungkin ke dokter. Dokter akan bertanya seputar keluhan, lalu akan melihat kondisi telinga secara langsung. Dengan alat otoskop, dokter THT dapat menilai keadaan liang telinga hingga gendang telinga. Bila ada kotoran, dokter dapat membersihkan kotoran telinga tersebut tergantung jenis kotoran dan kondisi pasien. Bila ditemukan masalah lain pada telinga, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberi obat sesuai yang diperlukan.

Hindari  membeli obat tetes telinga sendiri secara bebas tanpa  anjuran / resep dokter. Hati-hati terhadap penggunaan obat tetes telinga yang tidak sesuai anjuran dokter, karena obat tetes telinga banyak jenisnya mulai dari pelunak kotoran, pencuci telinga, juga antibiotik tetes telinga yang tentunya penggunaannya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Bila dipakai secara sembarangan, dapat menimbulkan efek samping dan menimbulkan keluhan baru pada telinga. Jadi, mulai sekarang mari kita lebih menjaga kesehatan telinga dan bila ada keluhan jangan takut untuk memeriksakan diri anda ke dokter THT yaa..

Salam sehat, dr. Farisa Rizky, Sp.T.H.T.K.L