Ketahui dan Kenali Skoliosis Sejak Dini

Ketahui dan Kenali Skoliosis Sejak Dini

Apa itu Skoliosis ?

Pada kondisi normal dan dilihat dari samping, tulang belakang manusia memiliki 3 lengkungan, yaitu pada leher, punggung dan pinggang, sedangkan bila dilihat dari belakang, tulang belakang akan terlihat lurus. Tetapi, bila dilihat dari belakang tulang belakang nampak melengkung ke arah samping kiri atau kanan, maka inilah yang disebut skoliosis. Kelainan Skoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana, namun apabila diamati lebih jauh sesungguhnya terjadi perubahan yang luar biasa pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara tiga dimensi ini. Perubahan itu meliputi perubahan struktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya (otot, urat, ligament) dan struktur lainnya (jantung, paru-paru dan syaraf).

Bagaimana Mengenali Gejala Skolisis ?

Skoliosis sebaiknya dideteksi dini, karena semakin cepat diketahui, semakin mudah posisi tulang belakang dibenahi.

Lima gejala skoliosis yang bisa dideteksi antara lain :

  • Kepala miring sebelah (heed tilt). Perhatikan apakah kedua telinga sama tinggi, apakah posisi wajah cenderung ke satu sisi
  • Bahu tidak sama tinggi (shoulder tilt). Perhatikan apakah posisi bahu sama tinggi, ataukah ada satu sisi bahu yang lebih maju ke depan. Perhatikan juga apakah salah satu tulang scapula (belikat) lebih menonjol dari lainnya.
  • Pinggul tinggi sebelah (pelvic tilt). Periksa, apakah pinggul kiri dan kanan sejajar, apakah celana atau gaun yang dikenakan dapat melekat sempura di tubuh bagian bawah. Perhatikan pula panjang celana, kerah baju, dan panjang lengan sama bagian kiri dan kanannya.
  • Kaki tidak seimbang (foot flare). Periksa, apakah telapak kaki rata atau ada bagian yang mengarah keluar. Telapak kaki yang bentuknya kurang sempurna, bisa memicu skoliosis. Perhatikan pula, apakah ada keluhan lain di lutut atau pergelangan kaki.
  • Lengkungan tulang belakang (spinal curve). Apakah ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi? Lihat juga, apakah ada semacam penonjolan di wilayah punggung atau penyimpangan bentuk tulang (tulang tidak lurus).

 

Diagnosis Skoliosis

Pemeriksaan tulang belakang ini dapat dilakukan menggunakan metode Adam Forward Bend, yaitu pasien diminta berdiri dengan lutut sejajar dan rapat, lalu tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan. Jika dia menderita skoliosis, akan tampak adanya penyimpangan bentuk tulang atau bagian punggung yang tingginya tidak sejajar. Jika pada saat pemeriksaan dicurigai adanya skoliosis, maka pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan radiologi. Beberapa pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan untuk memastikan skoliosis, antara lain:

  • Rontgen tulang belakang skoliosis program pada posisi anteroposterior (berdiri, telentang, bending kiri dan kanan) dan foto rontgen lateral. Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat rigid atau tidaknya kelainan skoliosis yang diderita, mengukur besar sudut Cobb, menghitung rotasi vertebra terhadap sumbunya sendiri, rotasi vertebra terhadap sumbu tulang belakang secara keseluruhan, melihat berbagai kelainan anatomi tulang belakang, dan berbagai kelainan struktur disekitar tulang belakang.
  • MRI untuk melihat adanya gangguan struktur jaringan lunak yang berada di sekitar tulang belakang antara lain, spinal cord, saraf tepi, dan pembuluh darah.
  • CT Scan untuk melihat struktur anatomi tulang belakang berkaitan dengan kanal tempat lewat spinal cord.

Penanganan Skoliosis Secara Medis

Penanganan skoliosis berbeda-beda untuk setiap individu. Pilihan terapi bergantung seberapa parahnya skoliosis. Tidak semua penderita skoliosis harus dilakukan operasi, sebagian cukup dengan observasi dan memberikan pendidikan terhadap sikap tubuh yang baik pada pendcrita skoliosis. Tetapi seorang anak dengan gangguan skoliosis harus terus diawasi, terutama bila anak mengeluh nyeri punggung, sesak nafas dan mudah lelah saat melakukan kegiatan sehari- hari, atau nyeri punggung hebat yang terus bertambah parah, adalah saatnya Anda menemui dokter spesialis orthopaedi sub spesialis tulang belakang (K-Spine).

Ketika bertemu dokter untuk pertama kali, dokter akan melakukan investigasi mengenai riwayat terjadinya skoliosis sejak penderita atau orang tua penderita menyadari terjadinya kebengkokan tulang belakangnya hingga saat penderita itu datang ke dokter, tindakan atau pengobatan apa saja yang pernah dilakukan. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan fisik, rontgen dan beberapa pemeriksaan pendukung lainnya untuk memastikan jenis skoliosis dan seberapa berat skoliosis yang diderita oleh penderita tersebut serta menentukan strategi pengobatan yang sesuai.

Orthopedic Center

Orthopedic Center OMNI Hospitals selain dilengkapi dengan fasilitas terkini untuk melakukan skrining, diagnosis maupun terapi penyakit tulang dan sendi, saat ini telah memiliki Dokter Spesialis Orthopaedi Sub Spesialis Tulang Belakang (K-Spine) yang memiliki kompetensi menangani berbagai kasus skoliosis dan kelainan tulang belakang lainnya. Pendekatan komprehensif yang didukung oleh tim radiologi, anestesi dan rehabilitasi medik menjadikan Orthopaedic Center OMNI Hospital Pulomas menjadi pilihan dalam pengobatan penyakit dan kelainan orthopaedic di Jakarta.

 

 

Narasumber Artikel :

Dr. dr. Rahyussalim, SpOT(K)

Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Sub Spesialis Tulang Belakang (Konsultan Spine)

OMNI Hospitals Pulomas

Jadwal Praktek Dokter :

Senin & Rabu : 18.00 - 21.00 WIB

Kamis : 07.00 - 08.30 WIB

Jumat : 18.30 - 21.00 WIB