Omni Hospital Pulomas
Jl. Pulomas Barat VI No.20
Jakarta Timur, 13210
Telp. :(021) 4722719, 4723332
Fax. :(021) 4718081






14.07.2015 :. News
Ternyata ini Penyebab Penyakit Diabetes Melitus
--------------------------------------------
11.05.2015 :. News
Talkshow Bersama dr. Muhammad A. Basalamah, SpJP :: Nyeri Pada Dada
--------------------------------------------
30.04.2015 :. News
OMNI Hospital Cikarang Ground Breaking
--------------------------------------------



2015-05-26 :. event
RS OMNI ADAKAN SEMINAR DOKTER RECENT UPDATE IN HEART DISEASE
---------------------------------------------

2015-03-27 :. event
Interview Tumor Kandungan || MNC Health
---------------------------------------------

2015-03-26 :. event
Live Interview Urology || Batu Empedu
---------------------------------------------





Maher Aria Syah

Selasa, 4 Agustus 2015, Jam 03:50 WIB ( Laki-laki)
-----------------------------------------
mama: Ny. Arli Ayu
papa: Tn. Firmansyah



  Doctor Blog  


2015-04-02 :. blog
Perbedaan antara Inseminasi buatan dan Bayi Tabung

Inseminasi intrauterin adalah salah satu prosedur reproduksi berbantu dimana sperma suami dicuci (dipreparasi) kemudian dimasukkan ke dalam rahim istri melalui kateter kecil.




 Prosedur ini memerlukan saluran telur yg berfungsi normal,kuantitas dan kualitas sperma yg baik dan sel telur matang (diameter minimal 18mm) saat masa subur.

 

PadaInseminasi buatan, pembuahan atau fertilisasi (bertemunya sel sperma dengan sel telur)terjadi secara alami. Tingkat keberhasilan kehamilan dengan prosedur ini kuranglebih sekitar 15% pada kondisi saluran telur, sperma dan sel telur yg baik.

 

Padatahap awal pasangan infertilitas yg akan melakukan prosedur Inseminasi harusmelakukan pemeriksaan dasar Fertilitas yang meliputi HSG (Histerosalpingografi)untuk menilai apakah ada sumbatan di saluran telur, Analisis Sperma untukmenilai konsentrasi, kecepatan dan bentuk sperma serta pemeriksaan profilhormon reproduksi istri. Berdasarkan hasil pemeriksaan dasar fertilitas ini(HSG, Analisis Sperma dan profil hormon) barulah ditentukan protokol stimulasiuntuk Inseminasi. Stimulasi ovarium adalah proses pembesaran sel telur diindung telur (ovarium) dengan menggunakan obat khusus stimulasi ovariumyg macam dan dosisnya akan ditentukan berdasarkan penilaian respons indungtelur pada hari ke 11 dari siklus haid. Biasanya proses stimulasi dimulai padahari ke 3 dan akan dilakukan USG transvaginal untuk menilai respons indungtelur terhadap obat stimulan pada hari ke 11.

 

Stimulasiovarium akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan obat-obat stimulanyang paling sederhana dan dapat ditingkatkan dosisnya atau diganti dengan obatstimulan lain yang lebih kuat tergantung dari respons indung telurmasing-masing individu. Respons baik yang diharapkan adalah didapatkannya seltelur matang (diameter minimal 18 mm) berjumlah satu atau lebih dari satu padahari ke 11 siklus haid yang terlihat dengan pemeriksaan USG transvaginal. Jikarespons baik ini tidak didapatkan maka obat stimulan akan ditingkatkan dosisnyaatau diganti dan dievaluasi ulang pada siklus berikut.

 

Sesudahdidapatkan sel telur matang pada hari ke 11 maka pasangan akan dianjurkan untukberhubungan alami 2 hari sekali atau dapat juga mencoba prosedur Inseminasijika dengan berhubungan alami selama beberapa bulan tidak hamil juga. Jika akanlanjut Inseminasi maka di saat sel telur matang dengan jumlah lebih dari satudidapatkan, akan disuntikkan obat pemecah sel telur dan prosedur Inseminasiakan dilakukan 36 sampai 40 jam setelah obat pemecah sel telur disuntikkan.

 

Padahari Inseminasi, suami mengeluarkan sperma yang akan dibawa ke laboratoriumuntuk dilakukan preparasi atau pencucian sperma. Prosedur preparasi sperma inidapat berlangsung antara 2 sampai 3 jam. Setelah selesai maka sperma yang telahselesai di preparasi akan dimasukkan ke dalam rahim istri melalui kateterkecil. Setelahnya, istri akan istirahat baring 1 jam dan boleh langsung pulang.Hasilnya akan didapatkan kurang lebih 2 minggu setelah inseminasi. Jika haidlagi berarti prosedur Inseminasi gagal dan jika ingin mengulang program, pasiendianjurkan kontrol saat haid hari 1 atau 2. Sebaliknya jika telat haid 1minggu, lakukanlah pack test atau tes kehamilan melalui urin. Jika hamilakan didapat 2 garis yang menandakan terjadinya kehamilan.

 

Berbedadengan Inseminasi, Bayi Tabung atau IVF (In Vitro Fertilization)dilakukan dengan prosedur yang lebih kompleks melibatkan laboratorium khususbayi tabung, prosedur stimulasi dengan obat suntikan di perut setiap hari,prosedur Panen Sel Telur atau Ovum Pick Up (OPU) yang memerlukananestesi atau pembiusan dan terakhir Embrio Transfer (ET) ataudimasukkannya embrio atau calon janin kecil ke dalam rahim istri.

 

Sebelummemulai prosedur bayi tabung maka pasien harus melengkapi pemeriksaan dasarfertilitas yang telah disebutkan di atas berikut beberapa pemeriksaan tambahanlain untuk prosedur OPU dan ET. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini akanditentukan protokol stimulasi apakah akan digunakan Long Protocol atau protokolpanjang dimana suntikan sudah dilakukan sejak hari ke 21 dari siklus haid. AtauShort Protocol (protokol pendek) dimana suntikan sudah dimulai dari harike 2 haid.

 

Pada haid hari 1 akan dilakukan USGtransvaginal dan pemeriksaan hormon dari darah untuk memastikan tidak ada kistadi indung telur dan kadar hormon dasar sebelum proses stimulasi dimulai. Prosesstimulasi ovarium dilakukan dengan obat stimulan yang disuntikkan sekali setiaphari pada jam yang sama di lemak perut yang biasanya dapat dilakukan sendirioleh pasien. Setelah 5 hari pasien akan melakukan kontrol dengan pemeriksaanhormon darah dan USG transvaginal untuk melihat respons indung telur.Berdasarkan respons yang didapat ini maka akan ditentukan apakah obat stimulanakan ditambah dosisnya atau tetap. Setelahnya kontrol dan penilaian dilakukantiap 2 hari sampai didapatkan sel telur matang (minimal diameter 19 sampai 20mm) dengan jumlah minimal 3 buah. Selanjutnya akan disuntikkan obat pemecah telurdan prosedur OPU atau panen sel telur akan dilakukan 36 sampai 40 jam setelahobat pemecah telur disuntikkan.

ProsedurOPU dilakukan di ruang tindakan dengan pembiusan melalui pembuluh darah.Lamanya sekitar 30 menit sampai 1 jam. Setelah observasi 2 jam, pasien bolehpulang. Pada hari OPU, suami juga harus menampung sperma pada pagi harinyauntuk dilakukan prosedur preparasi di laboratorium. Sel sperma dan sel teluryang didapat akan diproses di laboratorium bayi tabung untuk proses fertilisasiatau pembuahan antara lain melalui ICSI (Intra Cytoplasmic Sperm Injection)dimana sel sperma disuntikkan ke dalam sel telur agar terjadi pembuahan ataufertilisasi yang akan menghasilkan embrio.

 

Padapasien dengan kondisi sperma Azoospermia atau tidak didapatkan sel sperma dalamejakulat maka sperma akan diambil langsung dari testis melalui prosedurMESA-TESE yang dilakukan oleh seorang dokter spesialis Bedah Urologi ahliFertility.

 

Duaatau tiga hari setelah OPU akan dilakukan prosedur ET atau Embrio Transferdimana embrio akan dimasukkan ke dalam rahim istri melalui kateter kecil.Sesudahnya pasien istirahat baring 1 jam dan boleh pulang. Jumlah embrio yangdimasukkan ditentukan berdasarkan pertimbangan usia, kualitas embrio danriwayat kegagalan prosedur sebelumnya. Jika masih ada sisa maka embrio akandibekukan untuk ditransfer di kemudian hari tanpa harus mengulang prosedurstimulasi dari awal. Angka keberhasilan berkisar antara 10 sampai 50%tergantung usia pasien dan ada atau tidaknya penyakit penyerta seperti PCO (PolycysticOvary), Endometriosis dan tumor kandungan seperti polip, mioma dan kista.

 

Secara ringkas perbedaan Inseminasi Buatan dan Bayi tabung dapatdiringkas pada tabel berikut :
Inseminasi Bayi Tabung
Pembuahan (fertilisasi) Alami dii lab bayi tabung
Saluran telur yg terbuka Mutlak diperlukan Tidak diperlukan
Sperma yg baik Mutlak diperlukan Tidak mutlak
Proses stimulasi Sederhana Lebih kompleks
Pemantauan sel telur Hanya pada hari ke 11 Pada hari ke 1,6,8,10 dan 12
Yang dimasukkan ke dalam rahim Sperma yang Embrio
telah dipreparasi

Angka keberhasilan 10 – 15% 10-50%
Perkiraan biaya 3 sampai 6 juta 60 sampai 80 juta

Demikian tentang Perbedaan antara Inseminasi buatan dan Bayi Tabung , semoga bermanfaat


Lihat Juga Berita Terkait dengan : dr. Caroline Tirtajasa, Sp. OG(K) 




Ditulis oleh:
Dr. Caroline Tirtajasa SpOG(K)
Dokter Spesialis Kebidanan danKandungan Konsultan
Subspesialis Fertility dan HormonReproduksi




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
� back
 



 

   
Omni Groups
Home
Profile
Profile

Testimonial
Video Testimonial
Services
Specialist Services

Room Overview
Equipment
Facilities
Doctor
Doctor Schedule

Doctor Blog
Healthy Info
Community Board
Tips
Knowledge
News
News
Upcoming Events
Baby this Month
Contact
Address

Mail Form
Map
Additional
Consumer Care
Advertising