| 
|
2014-11-05 :. blog
Kelainan Otot Panggul Setelah Melahirkan
Pelvic Floor Disorder
Atau biasa disebut juga dengan disfungsi dasar panggul adalah suatu keadaan dimana dasar panggul yang mengalami kelemahan atau defect membuat organ-organ panggul tersebut akan turun dari tempat yang seharusnya.
Apakah Pelvic floor disorder ( PFD) banyak terjadi pada wanita ? Ya , 1 dari 10 wanita akan terkena kelainan ini dan sekitar 50 persen perempuan memiliki keluhan disfungsi dasar panggul setelah melahirkan dan jika masalah ini tidak ditangani dengan dengan baik akan berakibat memengaruhi kualitas hidup seorang wanita.
Apakah kelainan ini hanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan ? Tidak, kelainan ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti persalinan ( sering melahirkan), , aktivitas yang menyebabkan tekanan dalam perut meningkat atau tekanan intraabdiminal yang terus menerus , batuk kronik, penuaan, adanya riwayat operasi panggul serta kegemukan.
Apa saja Dampaknya dan adakah berhubungan dengan seksualitasnya ? Biasanya akan meliputi prolaps organ panggul atau yang lebih dikenal dengan turun peranakan, inkontinesia urin (mengompol), inkontinensia alvi (rupture perineal), dan juga bisa terjadi disfungsi seksual hal ini terjadi diakibatkan vagina lebih longgar sehingga dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam berhubungan seksual.
Apakah hal ini dapat mempengaruhi jiwa seseorang yang mengalaminya? Dapat , karena siwanita merasa fungsinya sebagai wanita seutuhnya terasa berkurang
Apakah penyakit ini bisa disembuhkan? Dapat, Prinsip terapi untuk disfungsi dasar panggul adalah menghilangkan keluhan, memperbaiki kelainan anatomis, mengembalikan fungsi organ, dan mempertahankan estetika.
Bagaimana cara mengatasi penyakit ini dan tips untuk menghindarinya ? Terapi bisa dimulai dari upaya pencegahan dulu dengan merubah gaya hidup biasa hidup sehat hindari obesitas, juga dengan menghindari faktor risiko seperti mengurangi aktivitas yang meningkatkan tekanan intra abdominal, seperti tidak mengangkat beban berat. Untuk mencegah pelvic floor disorder yang lebih parah, pasien berisiko biasanya akan dianjurkan untuk tidak mengejan terlalu keras saat buang air besar, mengkonsumsi makanan banyak serat dan mengatur pola buang air besar yang teratur, serta mengobati batuk kronis (bila ada). Pada kondisi persalinan, pasien akan diarahkan agar mengupayakan berat bayi tidak terlalu besar dan menghindari persalinan macet.
Pada kasus-kasus yang masih ringan, terapi konservatif yang dilakukan bisa juga memberikan hasil yang baik. Contohnya saja dengan melakukan senam Kegel. Senam ini terbukti dapat mengurangi keluhan setelah dilakukan selama tiga bulan secara rutin minaml 10 kali dalam sehari.
Bila sudah terjadi prolapsus uteri atau turun peranakan dan fungsi reproduksi nya masih ingin dipertahankan bisa menggunakan cincin vagina atau disebut dengan pesarium, tapi bila gangguan sudah semakin berat dan fungsi reproduksinya tidak dipertahankan lagi bisa dilakukan tindakan operatif dengan mengangkat rahimnya.
untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Rumah Sakit Omni Pulomas
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
| |
|
|