Pulomas DOCTORS

dr. Sumono Handoyo, Sp.OT, FICS

Doctor

Pulomas dr. Sumono Handoyo

Dokter Spesialis Orthopaedi

Pria kelahiran Bandung 26 Desember 1949 silam ini bernama lengkap Sumono Handoyo. Menempuh pendidikan S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung. S2 Dokter Spesialisasi Orthopaedi Universitas Indonesia, Jakarta. Dan Kolegium Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia. Memiliki pengalaman kerja di InRehab (Instalasi Rehabilitasi) Pulau Buru – Ambon (1978-1979), Dokter Umum di RS Persahabatan (1979-1981), Resident Bedah Orthopaedi RSCM/FK UI (1981-1987), Dokter Spesialis Bedah Orthopedi RS Persahabatan (1987-2009), Dokter Spesialis Bedah Orthopedi RS Mitra Keluarga Bekasi (1993-sekarang), Dokter Spesialis Bedah Orthopedi RS Islam Pondik Kopi (1989-sekarang), dan Dokter Spesialis Bedah Orthopedi OMNI Hospital Pulomas. Dokter Sumono yang tergabung dalam dokter core competency OMNI Hospital Pulomas, turut aktif dalam berorganisasi semisal aktif sebagai anggota IDI dan anggota PABOI sejak 1988 sampai sekarang.

 

 

Work & Training Experiences

  • Osteoarthristis of The Knee and Orthopaedic View Seminar and Hands on Training, 2000
  • ATLS, 2000
  • ISAKOS / APOSSM Advanced Cadaveric Knee Arthroscopy Workshop Course, Singapore Ge Experimental Laboratory, 2004
  • AO Spine Woekshop Course, 2010
  • 57th Continuing Orthopedic Education (2010) Workshop Total Knee Replacement, Total Hip I Radio Frequency and Tendinosis / Rendinopathy, Osteosynthesis for Osteoporosis Fracture
  • AO Course Principles of Operative Fracture Treatment, 2002
  • 17th National Congress of Indonesian Orthopedic and Traumatologgy Association (2010) World : Scoliosis Surgical Technique, Basic Interlocking and Porximal Femur, Basic Knee Arthroscopy, Extra Corporeal Shock Wave Therapy (ESWT)
  • Vesselplasty A New ad Safe Concept to Treat Stable, Vertebral Compression Fracture (VCFs), a hands on workshop, 2005

Specialities

  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, 1977
  • S2 Dokter Spesialisasi Orthopaedi Universitas Indonesia, Jakarta1987

Organization Experiences

  • Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
  • Indonesian Orthopaedic Association (PABOI)
  • Kenali Gejala Penyakit Kanker Tulang

    Hampir seluruh bagian tubuh manusia dapat diserang oleh penyakit kanker termasuk tulang. Ada dua jenis kanker tulang, yaitu sekunder dan primer. Kanker tulang primer disebabkan oleh sel-sel kanker yang berasal

    Read More

    Hampir seluruh bagian tubuh manusia dapat diserang oleh penyakit kanker termasuk tulang. Ada dua jenis kanker tulang, yaitu sekunder dan primer. Kanker tulang primer disebabkan oleh sel-sel kanker yang berasal dari tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang disebabkan oleh sel-sel kanker dari organ lain dan menyebar ke tulang, hingga menjadi kanker tulang. Penyebaran sel kanker dari satu ke organ lain ini disebut dengan metastis. Kanker yang berpotensi menyebar menjadi kanker tulang antara lain kanker payudara, paru-paru, dan prostat. Diantara kedua jenis kanker tulang ini, kanker tulang primer jarang terjadi dibanding kanker tulang sekunder.

    Penyebab kanker tulang hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun gejala yang menyerang pada penderita, antara lain nyeri pada tulang, adanya benjolan pada tulang dan jaringan disekitarnya, demam, menggigil, keringat di malam hari, serta penurunan berat badan. Namun hal yang paling menonjol pada penderita adalah merasa mudah lelah, tidak mampu melakukan aktivitas, susah untuk berjalan, serta meraih atau menggenggam sesuatu.

    Penderita kanker tulang memiliki kepekaan yang berkurang. Akibatnya saraf pusat akan mengendur, sehingga saraf tersebut tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan otak untuk merespon. Selain itu dapat terjadi inkontinensia yang disebabkan adanya tekanan pada saraf tertentu terutama pada tulang belakang yang bertugas sebagai pengontrol kenerja kandung kemih dan usus. Jika kanker tulang tidak segara ditangani akan mengakibatkan kelumpuhan, karena massa tulang tidak mampu menopang berat tubuh, akibat pertumbuhan sel kanker yang semakin cepat dan menciderai saraf pusat.

    Munculnya sel kanker awalnya disebabkan adanya radikal bebas dan zat karsinogen dalam tubuh. Pencegahan yang dilakukan dapat diterapkan dengan pola hidup  sehat, mulai dari makanan yang kita konsumsi, gaya hidup, dan olahraga. Hindari minuman beralkohol dan rokok. Hindari pula makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi dan bersifat karsinogenik. Untuk mencegah kanker perbanyak asupan makanan dan minuman yang mengandung antioksidan dan zat mineral lainnya yang sangat penting bagi tubuh. Sedangkan untuk mendeteksi gejala kanker tulang lakukan pemeriksaan secara teratur, terutama yang memiliki faktor resiko tinggi terkena kanker.

     

    Temukan Para Dokter Ahli Tulang OMNI Hospital Alam Sutera

Jadwal Praktek Dokter

Selasa :  10.00 - 12.00 WIB

Jumat  :  09.00 - 11.00 WIB