• Home
  • Articles
  • FiLAC ( Fistula Ani Laser Closure ) untuk Fistula Perianal
FiLAC ( Fistula Ani Laser Closure ) untuk Fistula Perianal

FiLAC ( Fistula Ani Laser Closure ) untuk Fistula Perianal

Pada Kesempatan ini saya ingin memberikan sedikit pengetahuan tentang apa itu Fistula Perianal, atau yang dikenal pula dengan nama Fistula Ani, Anal Fistula, Perianal Fistel, Fistel anus dll. Sedemikian banyak nama yang disandangnya tidak lepas dengan reputasi penyakit ini yang terkenal SUSAH SEMBUH, bahkan banyak dokter bedah Frustasi dibuatnya. Nah bagaimana dengan pasien ??. Pasien bisa sampai 7 kali operasi dan sampai hilang harapan untuk sembuh.

Tentu banyak pertanyaan kenapa fistula ani ini bandel sekali serta sulit sembuh ?. Jadi kita simak dahulu sedikit penjelasan mengenai Fistula Ani ini.

Secara Anatomis Fistula ini terletak disekitar anus sehingga dikatakan Peri atau sekitar Anus nah Kelamin pria dan wanita itu termasuk dapat terlibat didalam Fistula ani ini bila muara fistel terletak padanya. Lalu Fistula sendiri secara definisi adalah saluran abnormal yang terletak pada tubuh manusia. Jadi Fistula ini bisa didalam perut di daerah dada atau di kulit perut punggung dll, ini tidak termasuk Fistula Perianal yang kita bahas disini.

Jadi secara definisi jelas terdapat Saluran abnormal di sekitar Anus  atau Fistula Perianal. Setelah kita mengerti maka kita masuk ke pembagian Fistula Perianal ini yaitu :

Klasifikasi yang dikenal dengan Klasifikasi PARK ini meliputi ;

  1. Fistula ekstrasphincteric dimulai dari rektum atau kolon sigmoid dan berlanjut ke bawah, melalui otot levator ani dan terbuka ke dalam kulit di sekitar anus . Perhatikan bahwa jenis ini tidak muncul dari garis dentate (tempat kelenjar anal berada). Penyebab jenis ini bisa berasal dari rektal, panggul atau supralevator, biasanya akibat penyakit Crohn atau proses inflamasi seperti abses apendiks atau divertikular.
  2. Fistula suprasphincteric dimulai antara otot sfingter internal dan eksternal, meluas ke atas dan melewati otot puborectalis , berlanjut ke bawah antara otot puborectalis dan levator ani, dan membuka satu inci atau lebih dari anus.
  3. Fistula transphincteric dimulai antara otot sfingter internal dan eksternal atau di belakang anus, melintasi otot sfingter eksternal dan membuka satu inci atau lebih dari anus.  Ini mungkin mengambil bentuk 'U' dan membentuk beberapa bukaan eksternal. Ini kadang-kadang disebut 'fistula tapal kuda'.
  4. Fistula intersphincteric dimulai antara otot sfingter internal dan eksternal, melewati otot sfingter internal, dan terbuka sangat dekat dengan anus.
  5. Fistula submukosa lewat secara dangkal di bawah submukosa dan tidak melewati salah satu otot sfingter.

Mungkin pemahamannya cukup sulit ya, jadi simplenya ada fistula yg dangkal dan dalam makin dalam masuk ke usus makin sulit dan susah sembuh. Jadi Bagaimana kita tahu Fistula perianal yang dalam dan dangkal ? Tentu saja kita dapat menggunakan Fistulografi dengan kontras dan alat Rontgen biasa, tapi metode ini sudah kuno dan jadul jadi saat ini yang digunakan adalah MRI Fistulografi, nah kalau ini baru paten karena lokasi Fistula ani dapat ditentukan dengan jelas dan memudahkan kita memberikan penjelasan pada pasien serta keberhasilan operasi yang akan dilakukannya.

Setelah kita paham tentang klasifikasi fistula dan MRI fistulografi maka anda harus paham juga tentang gejala serta bentuk dari Fistula Perianal ini sehingga anda dapat segera sadar dan berobat ke dokter secepatnya. Gejala Fistula perianal dapat berupa ;

  • Benjolan seperti bisul yang pecah dan tidak pernah kering
  • Maserasi kulit karena cairan ( kulit kemerahan )
  • Nanah, cairan serosa dan / atau (jarang) keluarnya tinja - bisa berdarah atau bernanah
  • Pruritus ani  atau gatal di anus
  • Tergantung pada keberadaan dan tingkat keparahan infeksi: berakibat rasa sakit, pembengkakan, demam, bau tak sedap, sekret kental yang membuat area basah dll.

Lalu Apa yang harus kita waspadai  ? Sebagian besar fistula perianal berasal dari abses perianal atau bisul di anus. Karena dianggap sepele atau karena dianggap sudah sembuh atau karena operasi yang kurang bersih maka Fistula perianal ini tumbuh subur. Akibatnya membentuk muara di kulit sekitar anus yang selalu basah berbau dan gatal. Ini tanda2 klasik dari Fistula perianal.

Permasalahannya sekarang kalau sudah terjangkit penyakit fistula ani ini apakah sudah tidak ada jalan keluar ?? Oh Tidak Sekarang sudah ada alat baru dari Jerman berupa Laser dan fiber nya yang lentur yang mampu mencari rongga - rongga fistula yang sulit. Prinsip dari laser ini adalah merusak dinding epitel dari lubang fistula dan merontokannya sehingga terjadi luka baru yang dapat menutup spontan. Laser ini hanya merusak dinding fistula ani bukan jaringan sekitarnya seperti otot anus, saraf dan pembuluh darah sehingga laser ini aman digunakan tanpa was - was otot anus robek dan tak dapat berfungsi lagi seperti yang sering terjadi pada operasi fistula perinal konvensional yang di robek / di gerowak. Pada FiLAC ini juga luka yang dibuatnya kecil sehingga penyembuhannya lebih cepat dibanding yang disobek, akibatnya perawatan lebih mudah tidak mengerikan dan recovery lebih cepat dibandingka  yang Konvensional.

Problemnya cuma satu alat ini masih dipakai untuk satu orang satu fiber sehingga masih cukup mahal. Hal ini dilakukan karena takut akan penyakit menular atau bahkan COVID 19 bila memggunakan alat yang berulang - ulang dari satu pasien ke pasien lainnya. Tapi dengan semakin berkembangnya kemajuan dan ketenaran Laser untuk pengobatan Fistula Perianal maka sudah banyak Asuransi yang mengcover tindakan ini, hal ini cukup melegakan saya khususnya yang sudah bersusah payah membantu 50 lebih pasien yang ingin mencari kesembuhan untuk penyakit Fistula Ani yang dideritanya. Semoga dengan tulisan saya ini maka apa yang saya cita - citakan yaitu memerangi Fistula Perianal sampai ke akar-akarnya akan menjadi Kenyataan.

Pulomas dr. Tony Sukentro

Artikel ini ditulis oleh dr. Tony Sukentro, Sp.B, dokter spesialis bedah OMNI Hospital Pulomas

Pendidikan & pelatihan dr. Tony Sukentro, Sp.B :

  • S1 Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya
  • S2 Dokter Spesialis Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Jadwal praktek :

Senin – Sabtu        :  Pk. 09.00 - 16.00 WIB